Holy Trinity - John Carney Films

Selasa, 18 Agustus 2020


Setelah sekian lama setelah hiatus dari dunia review-mereview film, here i am menulis review dari 3 holy trinity John Carney and how i bump into his films. 

Jadi, aku nggak akan hanya mereview film-film ini tapi juga bakal tmi gimana aku bisa ketemu film-film ini. Lucu sih gimana aku bisa nemuin film-film John Carney yang harusnya nga underrated dan diomongin banyak orang because it's worth it and greater than musical film yang kita tahu dan overhyped. 

Pertama aku mau sebar tmi dulu, actually how happy i am to keep bumping into John Carney's films because of my bias. Not to be sound sooo cliche that i watch it cause of them but this is pure and here i present a musical film that you will love and adore. 
Sekedar tmi i know begin again setelah gikwang bikin tweet that he listened to one of the osts and funnily it's adam levine's song 'lost stars' so kalau kamu tau lost stars itu adalah salah satu ost begin again and not a stand alone song. Lagu ini juga dicover banyak orang especially idol korea, apalagi kalau fans bts pasti tau kalau jungkook cover lagu ini, lagu ini emang bagus banget sih somehow deep, raw, and nice to be heard when you're alone or dalam waktu-waktu overthinking gitu. 

Kedua it's more funny than the first one because aku mau liat-liat film di catchplay karena bosen, aku udah ngelirik sing street dari lama sebenernya karena it's musical tapi belum punya waktu yang pas buat nonton dan waktu itu aku bisa nonton aku ngantuk banget tapi nggak akan bisa tidur kalo sepi jadi aku tetep nyalain abis itu ditinggal tidur, and i woke up when they sing 'to find you' aku lanjutin nonton sampe beres nyanyi abis itu langsung aku matiin karena for real man aku belum nonton tengahnya dan itu udah mau beres. Lucunya, beberapa hari dan kejadian setelah itu mingyu bikin playlist dan pas lagu ini keplay kok familiar di kuping aku akhirnya diliat dan ternyata lagu sing street.
 
The last, akibat kebucinan aku liat haneul, i manage to find a video of him singing to falling slowly dan i dont have any idea itu lagu siapa, tapi lagunya sopan banget masuk ke telinga adem, still has the raw vibes, lonely, desperate, apalagi akustik gitarnya bikin bener-bener feeling like you're longing for someone. Lucunya sebelum tau lagu ini dari haneul, setelah aku liat film di catchplay biasanya aku liat-liat film terkait nah dan Once ini adalah salah satu film terkaitnya John Carney aku udah wanti-wanti mau nonton ini karena man how can you missed a musical film?. Akhirnya karena gabut di recommend youtube ada video haneul nyanyi lagi dan di situ dia bilang 'once- falling slowly' terus aku ngakak dan mikir beberapa menit kok is this coincidences or a destiny? Akhirnya aku nonton Once. 

Sudah tminya mari lanjut ke review filmnya. 

Begin Again (2013)

Film yang rilis tahun 2013, dibintangi oleh as you can see on the poster. KEIRA KNIGHTLEY our beautiful queen dan Mark Rufallo aktor favorit karena dia meranin hulk, Hailee Steinfeld, dan Adam Levine. Mengisahkan seorang produser musik yang lagi susah gitu dengan kerjaannya bertemu dengan Gretta si gadis cantik yang juga penyanyi dan penulis lagu yang ditinggalin pacarnya pas dia udah terkenal. 
Aku awal ngira nonton ini berpikiran wah Keira will have some romantic scenes with Mark tapi ternyata lebih dari itu dan aku juga mikir wow Keira nyanyi, karena selama ini aku selalu nonton film periodicalnya dia. BUT SHE NAILED IT, DIA KEREN BANGET. Film ini nggak cuman memberi kita gambaran betapa hangatnya kalian bisa bertemu, nyambung dengan seseorang karena music tapi juga memilih sesuatu demi hal yang lebih besar. Seperti halnya pas Gretta pada akhirnya nggak jadi rilis albumnya yang udah diproduce bareng sahabat barunya dan lebih memilih pulang setelah berpikir bahwa Adam Levine bakal balik kayak dulu lagi (di sini situasinya seperti He has sold his soul for fans dan he even rearranged lagu dari Gretta lost stars untuk dijadiin lagu dia) karena mungkin dia mikir bahwa i will keep it lowkey for being a room musician rather than become someone like my jerky boyfriend. Lalu, si Dan alias si Mark Rufallo akhirnya rujuk sama istrinya dan care sama anaknya lagi karena music. 
Oiya bagian yang paling aku suka adalah ketika Gretta dan Dan ngedengerin lagu ngelilingin kota bareng, it really heartwarming dan sangan sweet. Bayangin aja. Apalagi sama orang yang ngerti kamu. 

Sing Street (2016)

Berlatar film di Dublin tahun 80an, film ini mengisahkan anak cowok yang harus pindah ke sekolah lain karena ada masalah keuangan keluarga karena waktu itu emang lagi semacam masalah ekonomi gitu. Orang-orang banyak migrasi ke London kata film tersebut (tapi aku nggak akan singgung banyak karena aku nggak tau kondisi ekonomi dan sejarah Dublin). 
Film ini dibintangi orang-orang yang mungkin kita jarang denger namanya kecuali Lucy Boynton yang main di Bohemian Rhapsody but somehow i really like it karena sisi raw dan youthnya kerasa sekali. 
Oiya film ini menceritakan seorang anak cowok yang setelah pindah bertemu dengan salah satu cewek di depan sekolah dan karena si cowok ini pengen ngerebut hati si cewek dia bilang bahwa dia ini anak Band. Dan akhirnya terciptalah Band bernama Sing Street ini, band anak-anak sekolahan yang lagunya bener-bener bagus banget. Perjalanan dia bikin lagunya juga smooth banget sama temen-temennya, konflik batin dia sama cewek model itu, konflik keluarga dan konflik batin kakaknya yang boom banget dan pada akhirnya cara dia lari dari kenyataan buat mengejar mimpinya yang bisa dibilang surreal tapi segimanapun surrealnya itu kalau kamu udah memimpikan itu ya kejar!
Scene yang paling berkesan adalah pas kakaknya akhirnya meledak dan numpahin segala keresahannya sama adeknya ini bahwa dia itu adalah yang ngebuka jalan buat segala sesuatu di keluarga ini gimana dia adalah roketnya dan mungkin inisih yang akhirnya bikin si adek menemukan jalan musiknya dan akhirnya memutuskan buat kabur ngejar mimpinya karena kakaknya udah kayak putus asa sama mimpinya itu plus disuruh temennya kayak pergi aja kamu ke London cari label dan buat kita keluar dari kota ini itu yang bikin deep banget sih.

Once (2007)

Film yang masih berlatar belakang di Dublin, dua orang temen yang nggak sengaja ketemu pas si cowok ngamen dan si cewek yang ngedengerin dan tiba-tiba mau dateng lagi karena ternyata si cowok ini kerja di tempat reparasi vacuum cleaner. Si ceweknya akhirnya cerita bahwa dia bisa main piano tapi dia udah jarang main karena she can't afford to buy one. Tapi di sinilah si cewek ngomong kalau dia biasa main di toko musik gitu akhirnya mereka ke sana dan main bareng. Dan scene di mana dia ngegitar dan main bareng itu feel pure, sweet, warm gitu apalagi pas bapak-bapak yang punya toko senyum. Mereka ini sama-sama lonely soul yang lagi wandering across the sky gitu menurutku mencari sesuatu.
Long short story, mereka nyanyi bareng ngeband karena si cowok mau pergi ke London ngejar mimpi dia dan kalau kata si cewek kembali mendapatkan wanitamu. Akhirnya mereka nyanyi bareng gitu di sebuah tempat rekaman dan abis rekaman mereka sama bandmatenya pergi ke pantai. Aku kira filmnya bakal ngisahin kisah cinta gimana si cewek dan si cowok bisa bersatu ngejar mimpinya gitu tapi ternyata sama kayak Begin Again lagi-lagi mereka berpisah memilih sesuatu yang lebih diproritaskan. Mungkin karena si cewek udah punya anak dan ngebiayain hidup ibunya belum lagi suaminya bakal balik sama dia. 
Pada akhirnya mereka akhirnya menemukan sesuatu yang bisa menghidupkan jiwa mereka lagi, si cewek dibeliin piano, dan si cowok pergi ke London ngejar cintanya dan mimpinya buat jadi musisi.


Yang keren dari film John Carney adalah film-filmnya itu imdbnya gede semua jadi nggak akan mungkin film-filmnya akan mengecewakan kita semua. 1 hal yang paling original dan heartwarming di film-film di atas adalah lagu-lagunya dan bagaimana lagu itu bisa tercipta dalam film tersebut. Penggambaran raw emotion soal musiknya juga indah dan dalem, castsnya saat membawakan cerita ini juga jadi kayak keliatan seperti pure jiwa dan kehidupan mereka. 




 

Review Parasite (2019)

Kamis, 04 Juli 2019

Hallo!! Finally gua balik lagi dengan review film cetek ala kadarnya versi diriku ini. Well setelah satu tahun (wow) gua gak ngepost, gak bikin entri baru, gak ngeblog lagi akhirnya gua nulis lagi!! Oke it's a lil bit cliche karena alasannya adalah gua udah dalam masa semester tua huhuhu. Padahal gua mau banget nulis beberapa rants tentang menjadi mahasiswa semester 5 atau 6 tapi yaudah gajadi aja karena dorongan untuk rebahan terlalu tinggi. Well, as usual enough for the chit-chat let's move on to the review.

Film yang menang di festival film cannes (wow) ngalahin filmnya Quentin Tarantino, film karya Bong Joonho ini ternyata emang sekeren dan se-mindblowing itu. I'm not a fan of him dan not fan of korean movie tapi yang ini memang gila keren banget bro, and it turns out bahwa banyak film yang mindblown dari Korea, gua aja yang karena gak suka dengan genre-genre sadis itu jadi gatau. Dan ternyata emang banyak film korea yang sekeren dan sebagus itu yang menurut gua penulis ataupun directornya bisa mengeksekusi film tersebut dengan tangan dewanya. Dan beberapa film korea yang lain udah masuk watching list gua (tinggal kapan nih gua nontonnya).
Nah, film ini genrenya drama/mystery kalo lo googling dan emang bener mystery dan drama keluarganya dapet banget. Film ini nyeritain sebuah keluarga dan anaknya yang sulung KiWoo dapet kerjaan buat ngegantiin temennya dan it turns out ya as you can see through the title. Gua dengan pedenya pas di tengah film sok-sokan nebak alurnya san ternyata melenceng jauh dari pikiran gua.
Oiya karena gua uhum akademisi film (maksudnya dapet matkul film) film ini kalo lo mau teliti banyak foreshadownya salah satunya basement, batu, dan bau.
Gua tau film ini dari Joko Anwar salah satu sutradara kenamaan Indonesia, di salah satu cuitannya dia bilang bahwa film ini jenius dan mengagumkan, dan film ini ngasi paket lengkap buat kita. Bener sih ada sedih, ketawa-ketawa, tegang, ah pokoknya ada semua deh. Dan emang bener-bener sedih sih sampe ada mas-mas di sebelah gua kek yang abis nangis gitu, ingusan. Agak pengen ketawa juga sih, alah tapi gua juga cengeng kok hiks. After effect film ini kuat banget, gila. Gua beres film masih duduk sambil mencerna ending dan ceritanya. Setelah keluar cg*v kek biasa masih ngomongin film itu, pas udah di rumah masih kepikiran soal ceritanya, dan besoknya masih aja kepikiran soal cerita film itu. Pokonya dahsyat banget after effectnya.

Emang this film the best deh, dari ceritanya, cinematographynya, semua deh gak nyesel nonton ini. Oh iya, salah satu quote yang gua paling suka di sini itu adalah 'there's no plan' gua lupa apa yang bener pokonya tapi tentang plan gitu, bahwa rencana yang paling bagus adalah gaada rencana karena kita gak bisa memprediksi apa yang terjadi dannn bisa aja apa yang kita lalui di luar rencana. dan emang bener sih bener banget.
Keknya this one will be the shortest review di blog gua, tapi gapapa biar kalian penasaran.

Last but not least, ada salah satu moral value yang gua tangkap di sini yang bener-bener bikin gua tertampar. Soal bau-bauan. Kadang kita pasti udah jijik kalo ada bau bau gak sesuai dengan kita kalo di public space atau di mana, nah kita jangan langsung menghujat. Gimana ya try to be wiser lah, kan orang itu beda-beda jadi gak bijaksana juga kalau kita menunjukkan ketidak sukaan kita dengan bau orang itu padahal kan di public. Namanya juga public gak semuanya bisa pas di mata kita, ingat kita gak hidup sendiri di dunia ini. Salah satu yang langsung connect ke gua adalah salah satu tulisan di krl gitu atau di mana yang bilang 'bagaimana kami bisa cerita kalau kalian menjauhi kami karena keringat kami' intinya ngomongin gitu kita kan gatau mereka keringetan mungkin aja abis banting tulang nyari rezeki kan kita ga tau. Ya so the last be wiser ya karena kita gak hidup sendirian.

Dan overall keknya i'll give this film 9.5/10. Karena emang rollercoaster banget deh ini film, dari semua segi aspeknya keren banget. Gua gak bakal lupa deh kalo ada filmnya Bong JoonHo Sonsaengnim lagi gua bakalan nonton cepet-cepet dan gak akan lupa nonton filmnya dia yang lainnya.

Review Film A Star is Born (+basic survive skill untuk anak kos)

Selasa, 06 November 2018



Yeayyyy!! Review film (lagi) akhirnya setelah mengumpulkan niat dan beberapa keinginan akhirnya gua ngereview lagi. Aturan bulan-bulan kemaren gua mau ngereview Munafin 2 tapi karena malas yang tidak berkesudahan gak jadi, karena bulan kemaren disibukkan oleh latian padus dan presentasi-presentasi matkul wajib yang pengen bikin nangis aja. Eh tapi Alhamdulillahnya gua sama anak-anak padus jurusan dapet juara 1 hehehe (yaiya orang cuman 2 pesertanya).

Oke sebelum gua mau ngereview film A Star is Born yang bikin gua nangis dan gak mau pulang karena durasi nangisnya terlalu bentar gua mau sedikit bahas munafik sekalian deh biar seperti penebusan dosa gitu. Kalau mau langsung baca review A Star is Born langsung skip paragraph di bawah ini.

Nah, menurut gua film ini yaa 8/10 lah. Sombong banget ngasih nilainya segitu. Ya gini lo, film ini seperti biasa nyeritain mas Adam nah abis itu mas Adamnya ini disuruh bokapnya nyembuhin temennya di desa terpencil (nah ini ternyata yang gua bingungin di trailer karena mereka kok tiba-tiba pindah ke desa terpencil) nah ternyata di situ itu sudah dikuasai oleh ajaran sesat dimana temennya bokapnya mas Adam ini dikirimin penyakit sampai akhirnya masyaAllah Naudzubillah lah. Intinya film ini mengingatkan kita akan ngerinya iblis dan para jajarannya, gua disepanjang film sama kek di film yang pertama dzikir terus karena gua bener-bener takut coy, I mean orang sebegitunya gitu loh sampai memuja iblis dan meminta bantuannya, kan gak bener. Menurut gua di film yang kedua gak terlalu frontal kek di film pertama yang emang setannya ada gitu, ya di sini juga ada cuman si setan itu direpresentasikan oleh Abuja gitu lo. Film ini ya genrenya horror tapi mulai dari tengah film gua udah mulai sesenggukan gak karuan, gila aja gitu lo film horror bro tapi gua nangis sampe pulang dari cgv, ya itu karena gua inget gitu jahatnya iblis yang mau menguasai dunia, dan persahabatan mas Adam dan temannya (tonton aja karena ini short review lol). Tbh film ini emang recommended banget deh buat orang-orang yang pengen disadarkan gitu, pasti sadar lah dan pada akhirnya ya nyadar. Meskipun banyak jumpscare dari awal sampe akhir yang bikin gak bisa napas dan dzikir mulu tetep film ini menghibur kok!! And worth to watch hehe.

Nah, langsung saja ya gua ngereview filmnya Lady Gaga sama Bradley Cooper ini, gila gak sih Lady Gaga main film bruh dan widihhh… oiya btw sebelum itu gua mau bilang anjir kesel banget film bulan November bagus-bagus men meanwhile I am broke af and bingung gitu gimana cara nontonnya meanwhile for watching the movie with the regular ticket price is impossible but then hehehehe untung tixid memang dari awal semester ini udah ngasiin promo buat orang-orang broke af like me dengan setiap hari rabu kita bisa beli tiket buy 1 get 1. Nah sebenernya gua dulu kalo beli sok sokan yang regular price terus gua nonton ‘gangnam beauty’ tuh nah di situ si katingnya yang udah jadi asdos ngasi tau kalo nonton pas diskonan setiap hari ini karena buy 1 get 1, terus kalo beli di toko-toko gitu atau supermarket gitu sukanya yang diskon dan yep bener banget itu adalah salah satu basic survivenya anak kos gitu sebenernya. Dan dari si mas wooyoung alias si mas dongyeon ini bener-bener gua inget-inget tu karena itu saving money banget! Sebenernya gua udah suka beli diskonan sih, cuman yang nonton itu baru sadar setelah sama mas wooyoung ini. Sebenernya ya terserah si basic survive anak kosnya itu mau diterapin atau enggak yang pasti, itu bermanfaat banget buat kalian yang lagi saving money kayak gua buat debeliin skincare lah atau apa hehehe.
Banyak bacot bat dah, kapan reviewnya pls.

Nah, gua pas nonton ini agak lumayan telat sih jadi pas opening si mas Bradley Cooper alias si Jackson ini udah nyanyi-nyanyi dan aduhh keren banget gak ngerti gua selalu lemah ama musisi kenapa ya? Nah, gua gak akan ngesummaryin ya gua bakalan ngomongin thoughts gua aja di film ini. Lagi-lagi gua bukan expert soal cinematography-nya tapi gua suka banget efek-efek grain dengan coloring yang kalem gitu, dingin rasanya. Pacenya menurut gua lumayan cepet (padahal ini filmnya 2jam lebih coy) karena gua gak ngerasain pacenya kalem, malah kayak cepet banget dak-dak-dak gitu, padahal gua ngerasa ngantuk pas ditengah-tengah karena mungkin belum nyampe konfliknya dan gak tau gua ngerasanya cepet tapi guanya agak ngantuk gitu karena gua nguap dua kalian atau karena gua gak ngeh gitu konflik antara si Jackson sama kakaknya ini. Juga sebenernya yang bikin gua kurang konsen pas nonton adalah temen gua yang baru sampe scene apa gitu dia udah nangis dan lu tau gak sih suara orang nyedot ingus? Kinda annoying sih.

Film ini awal-awalnya penuh dengan keso-sweetan di mana-mana gua gak kuat, karena gua lemah sama hal-hal yang too sweet dari yang di toko, sampe pas dilamar pake apa cuy? Karena mereka musisi pake senar gitar dong anjir gak sih!! Semuanya menurut gua manis banget di sini, apalagi Lady Gaga cantik banget dan natural banget keren deh!! Tapi karena ke so-sweetan itu dan gara-gara dosen gua udah ngespoilerin bahwa dia nangis selama nonton gua tau pasti ada hal yang gak bener di akhir nanti.

Nah, film ini sukses buat gua cirambay sebenernya pas adegan dia di rumah (ya gua gak mau spoiler) tapi sebelum-sebelum itu udah bikin dada gua panas, ya gimana enggak bayangin aja ya kayak suami lo udah janji ama lo gak akan jadi alcoholic dan gak ketergantungan obat, tapi malah pas hari dia dinominasikan dan dapet award malah lo mabuk dan ruined the night gitu. Yang sampe akhirnya dia dibawa sama bokapnya si Ally atau Lady Gaga ini ke kamar mandi sambil dibilangin kamu udah mempermalukan anak aku dan dinyalainlah showernya, menurut gua gak bijak sih kayak gitu tapi berubah jadi alcoholic lagi dan ruined segala yang istrinya pengenin meskipun bukan keinginan dia juga gak bijaksana gitu loh. Tapi si Ally ini tetap tegar dan yaampun sayang banget lah doi ama suaminya gila.

Turning point gua nangis sesenggukan ya itu pas adegan rumah ketika mas Jackson mereka ulang kejadian yang pernah ia lakukan dulu dan udah abis itu diliatin keseharian si Ally (di sini yang bikin gua sedih banget sumpah kek antara berpikir setega itukah dan itu adalah hal yang terbaik buat Ally) abis itu Ally nyanyi buat suaminya dan udah selesai. Dan abis itu gua masih duduk di kursi gua sambil nangis, sebenernya gak mau beres karena masih sedihhhh banget gak ngerti lagi.
Kerennya di sini itu rasa musicnya kerasa banget, dari music rocknya si mas Jackson Waine ini sampe music popnya si Mba Ally, yang menurut gua sih sebenernya si Ally ini lebih cocok ngebawain lagu-lagu yang awal daripada pas dia nyanyi di SNL yang bikin suaminya marah, pas itu gua juga marah karena gak si mba Ally banget gitu.

Aduh gak bisa berkata-kata film yang disutradarai oleh Bradley Cooper, yang dimainin oleh Bradley Cooper ini dan yang diapaya kalo sound gitu juga sama dia kek merasa bahwa walah keren banget ini mas Bradley Cooper. Meskipun menurut gua delivering messagenya pas masalah dia sama saudaranya kurang ngefeel gitu ya, tapi tetep lagu-lagunya mas Jackson mantap. Katanya ini film debut directornya mas Bradley jadi gila juga ini baru debut filmnya udah laris manis.

Setelah itu, buat aktingnya Lady Gaga (gua gak tau ya dia udah pernah acting atau belum) tapiiii keren banget di sini, keliatan natural (menurut gua) dan cantik banget menurut gua, beda banget ama dia yang jadi Lady Gaga. Cantik huhuhu. Terus gua juga lebih suka dia nyanyiin ost di sini daripada lagu doi sendiri, I mean Shallow sama I’ll Never Love Again itu imo lebih bagus daripada lagu-lagu doi sendiri. Gua lebih suka kalo dia nyanyiin lagu-lagu kek gini gitu lo lebih kerasa suaranya.

Dan overall gua bakal ngasih 8.5/10 karena musicnya yang bikin gua tercengang, kek lu bener-bener nonton konser soalnya keren, acting mereka apalagi mas Bradley Cooper yang jadi alcoholic dan acting marah-marahnya Ally itu juara! So this movie is worth (really really really) worth to watch! Jadi jangan sampe gak nonton deh!


Apa itu Literary Period, dan Literary Movement?

Sabtu, 22 September 2018


Disini aku bakal menjelaskan Literary period/Movement secara jelas dan singkat dan padat.

Apasih literary period atau Literary movement itu? pasti pernah denger kata zaman Victorian, Elizabethan, enaissance dan sebagainya nah literary movement atau Literary Period itu adalah pengelompokan karya-karya para penulis dalam kurun waktu tertentu, biasanya para penulis memiliki topic atau tujuan yang sama. Tapi kadang satu penulis bahkan bisa dikaitkan dengan lebih dari satu periode.

Apa saja periodenya? Mari kita mulai dengan zaman Renaissance setelah zaman Dark Age Eropa yang kelam.

1.  Renaissance (1500-1670)
Pernah denger Hamlet? Atau karya-karya Shakespeare lainnya? Nah Shakespeare adalah salah satu penulis zaman Renaissance, zaman ini bisa juga disebut zaman Elizabethan juga. Tema yang diusung di zaman Renaissance sendiri lebih ke humanism karena sudah lepas dari aturan-aturan gereja katolik pada saat itu. zaman ini juga disebut-sebut zaman ter-splendid-nya English Literature.

Beberapa penulis Renaissance sendiri adalah:
     Elizabeth I
-          William Shakespeare
-           John Milton; etc.

2. Enlightenment (1700-1800)
Zaman enlightenment suka disalah artikan sama seperti periode Renaissance padahal sebenernya beda, meskipun banyak juga yang bilang sama. Enlightenment sendiri lebih ke Age of reason sebenernya dimana mereka sudah mulai melakukan eksperimen-eksperimen (lebih mengenal science) intinya. Bahkan Sir Isaac Newton juga termasuk orang-orang Enlightment loh.

Penulis pada zaman Enlightenment
-          Alexander Pope
-           Jonathan Swift
-          Benjamin Franklin
-           Imannuel Kant; etc.

3. Romantic Period (1798-1870)
Sebenernya apa yang kita sebut romantis apa-apa romantic sebenernya salah, romantic ada karena waktu itu terlalu banyak pabrik-pabrik yang menguasai kehidupan. Maksudnya disini mereka ingin kotanya dan daerahnya kembali lagi seperti dulu, periode romantic ini terjadi setelah revolusi industri. Orang-orang romantic adalah orang-orang yang ideal, yang ingin kehidupannya kembali ideal seperti semula bukan dengan pabrik dan mesin-mesin yang mulai berkuasa.

Contoh: pagi-pagi baca koran dan minum kopi, padahal kenyataannya pagi-pagi itu harus segera berangkat kerja dan siap-siap untuk sekolah dan bukan malah membaca koran.
Jadi sebenernya salah kalau kamu bilang ‘ah cowok aku romantis nih’ malah bisa aja pacar kamu atau cowok kamu adalah orang yang absurd.

 penulis Romantic:
-         Edgar Allan Poe
-         Mary Shelley
-          Lord Byron
-        John Keats; etc

4. Transcedentalism (1830-1860)
Adalah periode yang mempunyai konsep ‘beyond the world’. Gimana ya semacam ada pemahaman baru tentang kebenaran dan pengetahuan gitu, jadi kebenaran itu datengnya bukan karena adanya ‘sense’ doang but also dari intuition. Jadi katanya orang-orang di periode ini itu ‘semi religious’ gitu.

Penulis Trancedentalism:
-          Ralph Waldo Emerson
-          Emily Dickinson
-          Walt Whitman; etc.

5. Victorian Period (1837-1901)
Diambil dari nama Ratu Victoria. Bisa dibilang zaman yang susah dibedakan dengan Romantic Period, tapi hal yang terlihat jelas pada zaman ini adalah perbedaan strata sosial, seperti yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Pada zaman ini banyak yang penulis atau essayist yang mendemo zaman ini dengan tulisan-tulisannya, karena mesin dan revolusi industry adalah mesin penghancur kemanusiaan. Gak kaget juga wanita-wanita pada zaman ini harus berjuang mati-matian untuk live their life dan menggapai cita-cita mereka.

Penulis Victorian Period:
-          Charles Dickens
-          Thomas Carlyle
-          Christina Rossetti;


6. Realism (1820-1920)
Pernah denger realis? Nah sama realisme disini juga seperti itu dimana orang-orang menerima semuanya dengan apa adanya tanpa ditambah-tambahi. Apa yang ada di masyarakat sekitar ya seperti itu ditulis tanpa embel-embel sedikitpun. Makanya banyak yang complain karena ya hanya sedikit konflik yang terjadi di fiksi-fiksi pada masa ini.

Penulis Realism:
-         Mark Twain
-        Henry James; etc.

7.  Absurdism/Existentialism  (1850-today)

Bahwa manusia tidak akan bisa sampai pada tahapan logis. Dosen saya sendiri pernah berkata bahwa kita semua ini adalah mahluk-mahluk absurdism karena kita itu tidak jelas dan tidak nyambung (disamakan dengan mitologi sisipus). Manusia tidak mungkin selamanya berbicara tentang hal yang sinkron dari ke waktu ke waktu.

Ya, absurdism atau existentialism ini lebih berorientasi kepada individual contohnya ini eksistensiku, eksintensimu, eksistensinya.

Penulis Absurdism/existentialism:
-          Albert Camus
-          Samuel Beckett; etc.

REVIEW FILM THE NUN (pake m-tix)

Rabu, 19 September 2018



Yeay! Review film lagi~~ lumayan sebelum bener-bener belajar melepaskan setres dulu. Dan gua mau nonton sebenernya karena lumayan cuman lima belas ribu doang kalo diitung.
Pertamanya gua emang gak terlalu excited ada film The Nun, kenapa karena gua gak nonton The Conjuring yang kedua jadi gua males, tapi karena diajakin yaudah deh mau aja meskipun ada kejadian lucu pas nonton karena kita harusnya berenam, eh temen gua yang dua malah salah mall dan akhirnya balik lagi ke mall tempat kita nonton, untung gak telat, ya telat tapi gak telat-telat amat. 

Nontonnya pake mtix jadi pas filmnya gak memenuhi ekspektasi kita jadi gak terlalu rugi lol, karena udah banyak review anak-anak twitter yang bilang film The Nun itu 5/10, dan ya gua tau sih kenapa.

Yaudah yuk langsung review aja biar gak banyak bacod.

Pertama film ini menceritakan asal-usul Valak yang ada di The Conjuring 2, disebuah biara tua di kota Rumania. Settingnya Dark Age menurut gua karena masih pake ajaran gereja katolik, tahun 1592 atau berapa gitu soalnya yang gua tangkep itu angkanya. Kedua, storyline, gua agak kecewa sama storylinenya karena gampang banget kebacanya sama gua kek emang bener-bener typical horror movie biasa yang abis ini bakal ini abis ini bakal ini gitu kek pas suara radio, terus anak kecil yang possessed, sampai pas si Franchienya mau jalan kemana gua bisa nebak. Jumpscarenya seperti kebanyakan orang bilang banyak dan emang dari awal sampe akhir ga ada abisnya. Kebanyakan orang bilang ini gak horror tapi menurut gua ya lumayan sih, emang gak horror masih horroran pengabdi setan tapi karena ini dark gitu ya menurut gua it’s quiet disturbing sampai emang gua pen nangis lol. Dan yang paling ngakak gua baru ngeh kalo setannya itu bisa mati ama kapak dan senapan, oke bukan setan tapi iblis kan gak logic aja gitu setan bisa mati sama kapakL

Disini valaknya bener-bener ditampilin gitu dan gua jadi malah pengen ngakak aja sama wajah dan rupanya si valak ini, kek oke lo serem tapi lo lucu juga maleen. Sebenernya ini film gak worst to watch tapi mungkin karena overhyped jadi kebanting sama ekspektasi yang ketinggian, mungkin.. karena ya people banyak ngerasa The Conjuring universe tu horrornya kan maen gitu.. and I’ll give it 7/10 quiet fair tho.

Pas nonton ini sebenernya gua pen marah sama orang orang yang ada dalem theater, kenapa they were freakingly mainan hp coy padahal lagi dimulai filmnya dan lagi ditengah-tengah film, sumpah cahaya hpnya tu kena mata dan it was so disturbing gelap-gelap terus kena cahaya hp. Kesel banget sama orang-orang yang kek begitu gua, pokoknya guise nanti kalo mau nonton film kalo emang mau mainan hp atau balesin whatsapp atau main Instagram udah gausah nonton film. Gak bisa apa gak mainan hp sampe 90 menit?

Intinya kalo gak mau kecewa try mtix. Rating The Nun di Imdb sama rotten tomatoes termasuk rendah, tapi gak sedikit juga yang bilang bagus jadi kalo gak mau rugi coba pake mtix, gua bukan endorse.

sekalian tips buat anak kosan kalau mau nonton, setiap hari rabu mtix buy one get one guys dont miss it!!

REVIEW SEARCHING (film mikir yang worth to watch)



Hai kalian semua~ kali ini gua mau review film searching yang lagi hype dikalangan anak-anak millennials, ga millennials juga sih. Ya maksudnya lagi dihype gitu. Ceritanya temen gua pengen nonton Cristopher Robin tapi karena udah turun jadi ga jadi, terus gua baca review orang-orang this movie is worth to watch jadi gua milih nonton searching tanpa liat trailernya. Anehnya mereka Cuma ngasi jam tayang dua kali untung aja gua milih mainnya siang soalnya malemnya mau nonton closing Asian games kan lumayan bisa nonton Ikon ama Suju gratis di tv.

Akhirnya gua nonton tu ama temen gua, yang jam 5 padahal gua udah rencana main dari jam 10an eh dapet filmnya malahan yang jam 5 yaudah tetep nonton kan karena emang dari awal gua pengen banget nonton nih film.

Film ini nyeritain seorang bapak yang nyari anaknya yang ilang dibantu dengan seorang detektif yang dapet berbagai macam penghargaan gitu.

Pas pertama nonton terdengar suara windows kebuka gua kaget dong ya kirain amang-amangnya salah ngeinput film atau tiba-tiba pcnya mati karena ya emang bener-bener tampilan windows gitu eh ternyata bukan coy.. pertamanya gua mikir banget ama ini film katanya thriller kok gak ada bunuh-bunuhannya sama sekali kok malah opening windows dan ternyata emang pengemasan filmnya kek gitu guys..

Lima menit pertama gua mikir dan ngerasa bosen ama ini film karena jujur awal-awal ya nyeritain awal-awal sampai anaknya gede dan konflik pun dimulai. Film ini plot-twist banget dan cocok buat yang suka mikir gitu jadi sepanjang film kita disuruh ikut mikir apa nih yang sebenernya terjadi sama anak si bapak ini, terus yang paling penting ikut mikir pasti mikir gini anjir si bapak anaknya ilang kagak keluar rumah, ikut si bapak solving problemnya dia. Dan kerennya film satu ini bakal kek film biasa gitu, ya settingnya biasa, dialognya biasa, eh ternyata men engga!! Sama kek apa yang gua omongin tadi, film ini dikemas out of the box hampir-hampir sama kek unfriended tapi karena gua ga nonton jadi ya gua gabisa comparing dua film ini.

Story line film ini gak bisa ditebak karena kita bisa dibikin focus banget dengan apa yang terjadi didetik selanjutnya ((gua nyoba ngeraba-raba storylinenya ternyata salah semua)), dan pas adegan klimaks ditengah-tengah gua agak cengo karena gua kira film ini bakal berakhir gitu aja karena ditengah-tengah emang disuguhin storyline buat ending tapi ternyata gua salah kita masih disuguhkan oleh plot twist yang membuat semuanya make sense dan bakalan bikin kita terpesona sama kepintaran bapaknya. Sumpah nih si bapaknya emang keren banget lah.

Film ini juga ngajarin kita bahwa orang tua bahkan yang deket ama kita aja belum tentu kenal kita sepenuhnya, dan emang bener social media is the best place for us to runaway from this cruel world. Karena itu menurut gua pesan yang disampaikan oleh film ini disamping kasih keluarga ga akan ada habisnya. Dan pas gua ngeliat film ini kesenjangan kecepatan internet Indonesia sama Luar Negeri keliatan banget coy, ketika lo Cuma nunggu beberapa detik buat load video ataupun refresh suatu page sedangkan disini butuh sampai bermenit-menit gua sedih lol.

Intinya, ((sumpah ini review tersingkat gua karena emang bener isinya review doang nggak ada bacotannya)) film ini 10/10!! Plot twist yang gak kepikiran deh lo pada, thrillernya kena, pokoknya bagus lah sumpah. Pokoknya ini film thriller favorite gua karena gak ada bunuh-bunuhan tapi bikin kita mikir cuy.

Sebuah Kebodohan yang dilakukan hari ini (Review 13 reasons why)

Minggu, 20 Mei 2018




Okay gua mau ngereview lagi nih aye ayee~ bullshit sebenernya gua ga akan ngereview karena kebodohan yang hari ini gua lakuin. Sebenernya ya gak sengaja aja karena pasti lo semua juga nyangkanya pasti bakal gitu.. okey apasih? Jawabannya udah ada di judul. Yak karena gua pengen ngereview sesuatu akhirnya gua mau review 13rw aja kan lagi happening nih, sebenernya mau review Avengers Infinity Wars but I postponed it karena nanti aja lah sekalian kalo udah khatam nonton MCU.

Okey apaan sih kok gajelas banget jadi karena gua pengen ngereview tapi gatau mau review apa gua nonton tu 13 reasons why nah gua kirain mereka rilisnya kek riverdale atau kek western series gitu, satu-satu akhirnya gua nontonlah episode paling buntut yaitu episode 13 disitu judulnya bye ya mungkin menurut gua okelah bye mungkin bye masalah kehidupan Hannah, eh ternyata no it’s a big no gua kaget disitu udah ada Jessica sama Bryce di pengadilan gitu dan Justin udah ditangkep gitu and I was so shocked kok tiba-tiba gini terus yang kan episode terakhir kemaren itu yang Alex nembak dirinya sendiri kalo ga salah. Kok jadi aneh. Oh ya sebelum itu gua juga lebih excited mau nonton karena temen gua ngestoryin Zach sama Hannah so I was like yaampun gua harus nonton karena both of them are my ship kayak yaampun gimana sih kalo kapal lo berlabuh,tapi karena bodohnya gua akhirnya gua tonton tu episode 13 berharap ada zachxhannahnya dan ternyata nope there’s no Hannah and zach terus gua buka youtube kan like wtf ko mereka ada sih gua ngga bahkan gua nyari di twitter dan emang beneran ada terus gua like an idiot girl ngechat temen gua dann nanyain weh lu nonton dimana kok gua gaada terus dia ada kok tonton aja terus gua jelasin lah kebodohan gua. Padahal itu gua udah ke youtube terus googling betapa bodohnya gua padahal ada tulisan season 2 semua tapi gua ga ngeh dan malah marah-marah soalnya gua pikir that was a deleted scene lol stupid.

Akhirnya gua ngerasa kek what gua nonton dari episode belakangnya duluan dan bukan episode awal-awal gila. Terus gua cerita sama temen gua, nyeritain kebodohan gua juga terus dia bilang eh tapi reviewernya jelek loh dan gua mikir bisa aja sih reviewnya jelek soalnya pas gua nonton terakhir-terakhirnya kurang rame kecuali scene si tyler dibully like y’all that’s so fuckin rude, jahat banget. Dan menurut gua pasti bakal ada yang season 3 soalnya si Tylernya dibawa kabur sama Tony gitu terus scene terakhirnya kek Clay, Justin, dan Jesse se frame itu doang.
Terus yang bikin gua kesel tu gak tahu kenapa dari dulu gua gasuka Clay sama si Hannah, ga ngerti gua lebih ngeship si Hannah ini sama si Zach ya for sure lah mereka cute dan merasakan hal yang sama. Dan mungkin aja kalo si Zach circumtances-nya bagus dia gak bakal terjerumus sampe dibikinin tape sama Hannah yang notabene cuman hal kecil, yang padahal mereka itu pernah pacaran dan meskipun that’s a secret relationship and Zach ruined it all. Coba aja kalau enggak mungkin Hannah gaakan mati, Justin gaakan diadopsi keluarga Jensen, ya mungkin hal-hal negative seperti itu gak bakal ada. Meskipun gua suka bilang Hannah itu adalah Drama Queen karena bahkan orang yang gak deserve buat dapet tape dia bikini tape gitu, terus dianya sendiri yang suka salah mengartikan kayak pas Zach aja, padahal Zachnya baik-baik gitu eh tapi dianya gak bisa santai gitu. Dan ya setidaknya kalau mereka pacaran season 1 adalah pembodohan, Clay? Pembodohan. Semuanya pembodohan karena Hannah hidupnya waktu itu sempurna like the other normal kid. I feel so betrayed with the first season. Tapi mungkin sebenernya sebelum ngereview season 2 gua harus nonton semuanya dan gak cuman episode 13 doang but disini gua gak ngereview kok /ya tapi itu judulnya review/ iya maksud gua lebih ke perspektif gua dalam season 2 yang cuman gua tonton seepisode doang, dan kebodohan gua karena ga tau kenapa gua bodoh banget gatau kalau season 2 tuh release 1 release semua.

But overall this series is worth to watch buat nemenin liburan panjang yang gak tau kapan datangnya. Okay see you.

Hero-Anti Hero yang Terdapat Dalam Diri Jane Eyre Dalam Novel Jane Eyre

Kamis, 12 April 2018




Dalam Novel Jane Eyre karya Charlotte Bronte terdapat unsur character, characterization, Hero-Anti Hero, Picaresque yang terkait dengan unsur penokohan.
Character atau yang biasa kita kenal dengan sebutan tokoh Menurut Nurgiyantoro (1995) adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita Nurgiyantoro (2000) juga menambahkan bahwa tokoh dapat dimaknai sebagai seseorang atau sekelompok orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif dimana para pembaca dapat melihat sebuah kecenderungan yang diekspresikan baik melalui ucapan maupun tindakan.
Characterization atau penokohan menurut Nurgiyantoro (1995) penokohan merupakan pelukisan atau gambaran jelas mengenai seseorang yang dimunculkan dalam suatu cerita
Setelah itu ada Hero-dan Anti Hero. Dimana Hero sebutan untuk tokoh laki-laki  (Heroine untuk tokoh wanita) adalah character dari suatu karya sastra yang suka berhadapan dengan suatu bahaya, kuat, dan pemberani kadang juga mengorbankan diri untuk sesuatu yang baik. Anti hero adalah sifat lain yang dengan jelas kurang kualitasnya dalam menjadi hero, tidak selalu baik, kadang juga takut, nakal, pembangkang, sifatnya bertolak belakang dengan hero.

Picaresque adalah salah satu genre prosa fiksi yang berkenaan dengan petualangan atau perjalanan seorang hero (picaro Spanish) dari low social class yang hidup di antara masyarakat yang mengandalkan kecerdikanya dalam bertahan hidup. Ciri-ciri novel picaresque Novel adalah kadang ditulis menggunakan first person narrative, main karakter kadang berasal dari low class, ceritanya diceritakan seperti sebuah petualangan.

Sebuah novel Picaresque juga harus mempunyai karakter brave karena jika ia tidak berani maka ia tidak akan survive dari kehidupannya yang keras. Harus bersikap bandel karena itu yang karakter utama punya untuk bertahan. Bersikap kasar, atau keras. Jadi bisa dikatakan bahwa suatu karakter di novel picaresque ini harus mempunyai sifat rogue, rascal, dan juga knave. Novel picaresque mempunyai hubungan Hero-Anti Hero disetiap peristiwanya. Dan disini saya akan menjelaskan beberapa hubungan tersebut.

Biasanya karakter utama dalam novel picaresque digambarkan dari seorang anak yang telah kehilangan sosok orang tua atau panutannya (seorang yatim atau bahkan yatim-piatu), sehingga dengan tidak adanya sosok panutan ia menjadi mandiri dan mengherokan dirinya sendiri, tapi disamping itu karena dia tidak ada panutan sosok hero Anti-Hero jadi melekat dan yang keluar adalah sifat nakal, bandel, dan sebagainya. Yang nantinya dalam satu karakter akan terdapat dua karakter tersebut karena sifat tersebut saling melekat satu sama lain. Contohnya seperti SpiderMan, Huckleberry Finn, Oliver Twist, dan sebagainya.

Jane Eyre termasuk Novel Picaresque karena novel ini menceritakan si Jane yang memang berasal dari low class, ibu ayahnya meninggal karena penyakit lalu ia diangkat oleh pamannya dan tidak lama kemudian pamannya meninggal akhirnya dia tinggal bersama bibinya dan anak-anaknya. Novel ini menggunakan First person narrative, lalu bersifat autobiography. Menurut (KBBI) autobiografi adalah riwayat hidup hidup pribadi yang ditulis sendiri. Dalam hal ini, autobiografi merupakan catatan dirinya sendiri. Artinya autobiografi adalah sebuah biografi yang didalamnya menceritakan riwayat hidup atau pengalaman pribadi yang ditulis oleh dirinya sendiri. Isi didalam autobiografi berisi tentang pengalaman dari kecil hingga keadaan sang penulis sekarang ini, dari yang paling sulit hingga mencapai keberhasilan yang besar atau prestasi yang dicapainya semasa hidupnya. Maka dari itu sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama yang sama saja dengan menceritakan dirinya sendiri, apa yang terjadi dalam hidupnya dari kecil sampai menjadi orang yang dikenal orang lain.

Kenapa biasanya novel picaresque menggunakan anak kecil sebagai tokoh utama dalam ceritanya karena memang bercerita tentang autobiografi yang menceritakan dari masa kecil jadi harus dari anak kecil dan juga karena mereka saat kecil bisa membentuk diri mereka masing-masing jadi peraturan seperti norma, peraturan yang dibuat itu tidak berlaku bagi mereka.

Karena Jane Eyre termasuk novel picaresque maka novel ini terdapat Hero dan Anti Hero disetiap peristiwanya, contoh kecil yang saya baca di novel ini saya menggolongkan Jane Eyre sebagai Hero dan Anti Hero dalam cerita. Karena di dalam cerita karakter Jane diceritakan sebagai pribadi yang tangguh, mempunyai harga diri yang tinggi, jujur, mandiri, serta penuh semangat, juga dia menjunjung tinggi keadilan, serta pintar, dan karena dia adalah sosok yang berani Jane suka melawan karena ketidak adilan yang diterima oleh dirinya sekaligus dia adalah sosok yang bandel, dan susah diatur karena dia tidak punya panutan seperti yang saya utarakan diatas bahwa:

With Bewick then on my knee, I was then happy: happy at least in my way. I feared nothing but interruption, and that came too soon. the breakfast-room door opened” (Jane Eyre, 9)  
Seperti kutipan diatas yang menunjukkan bahwa Jane tidak takut apa-apa sebelum pintu ruang makan yang terbuka yang mungkin membuat dia kaget campur terkejut karena dia sedang enak-enaknya membaca buku.
but then John Reed knocked me down, and my aunt shut me up in the red-room” (Jane Eyre, 1847:32)
Kutipan diatas adalah kata-kata yang diutarakan Jane pada saat dia bicara dengan Mr. Lloyd  dia jujur atas apa yang ia rasakan dan yang John Reed lakukan kepadanya. Juga kutipan diatas bisa digunakan sebagai gambaran perlawanan ketidak-adilan yang dirasakan oleh Jane karena dia berani mengatakan bahwa John lah yang membuatnya semuanya seperti itu tetapi Jane lah yang dikurung di red-room oleh Auntnya atau Ibu John.
SPEAK I must: I had been trodden severely, and MUST turn: but how? What strength had I to dart retaliation at my antagonist? I gathered my energies and launched them in this blunt sentence— “ I am not deceitful: if I were, I should say I loved you; but I declare I do not love you: I dislike you the worst of anybody in the world except John Reed; and this book about the liar, you may give to your girl, Georgiana, for it is she who tells lies, and not I”“ (Jane Eyre, 1847: 51-52)
Itu juga salah satu kutipan yang menyatakan bahwa Jane adalah pribadi yang menjunjung keadilan meskipun dengan sedikit emosi yang dibawa oleh Jane karena dalam kutipan tersebut Jane berani mengatakan apa yang dipendam dirinya selama ini akibat auntnya yang ingin memasukkan dia ke sekolah untuk anak-anak yang bermasalah. Dan karena apa yang bibinya ceritakan kepada Mr. Brocklehurst itu sama sekali berbeda dengan pandangan Jane, itu merupakan suatu bentuk pembelaan diri dari Jane karena dia tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh bibinya tersebut maka dari itu Jane disini terlihat sangat emosi dan tidak dapat mengontrol emosinya sama seperti sifat Anti-Hero yang bisa dibilang sifatnya berbeda dengan yang baik. Dari kutipan diatas saja sudah terlihat hubungan hero-Antihero yang terdapat dalam novel Jane Eyre ini. Ketika menurut Jane apa yang dia pikir benar diutarakan tetapi dalam waktu yang sama itu bukanlah hal yang baik untuk dikatakan kepada bibinya sendiri.
My heart beat thick, my head grew hot; a sound filled my ears, which I deemed the rushing of wings; something seemed near me; I was oppressed, suffocated: endurance broke down; I rushed to the door and shook the lock in desperate effort. Steps came running along the outer passage; the key turned, Bessie and Abbot entered.”(Jane Eyre, 1847:22)

Kutipan diatas adalah saat Jane ketakutan saat di red room tempat dia dihukum. Dia merasa seperti melihat hantu. Disini saya juga menganggap bahwa ini adalah salah satu sifat AntiHero yang ada didalam diri Jane karena dia takut oleh sesuatu.
“I did so, not at first aware what was his intention; but when I saw him lift and poise the book and stand in act to hurl it, I instinctively started aside with a cry of alarm: not soon enough, however; the volume was flung, it hit me, and I fell, striking my head against the door and cutting it. The cut bled, the pain was sharp: my terror had passed its climax; other feelings succeeded. ‘wicked and cruel boy!’ I said. ‘you are like a murderer— you are like a slave-driver— you are like the roman emperors’” (Jane Eyre, 1847:12)

Kutipan diatas juga menggambarkan kemarahan Jane dengan sumpah serapahnya yang ditujukan kepada John karena dia tidak terima dia dilempar buku. Menurut saya sendiri kutipan diatas juga cukup menggambarkan pribadi Jane yang memang mempunyai harga diri tinggi meskipun dia dilempar buku oleh John tapi dia masih tetap memberikan perlawanan kepada John meskipun hanya dengan kata-kata.

Sebuah novel picaresque bisa dikatakan picaresque jika Hero-Anti Hero banyak muncul dalam suatu peristiwa, terlihat bertentangan dalam satu scene yang sama. Seperti halnya kutipan yang memperlihatkan keberanian Jane dalam menghadapi John tetapi karena Jane tidak mempunyai panutan yang baik maka Jane dengan mudah mengeluarkan kata-kata seperti itu meskipun bukan hal-hal yang kasar ettapi pemikiran Jane sudah memperlihatkan keAntiheroannya. Sama halnya ketika Jane mengungkapkan kekesalannya kepada bibinya, benar bahwa Jane menjunjung harga diri dan keadilan tetapi tidak seharusnya Jane berkata demikian kepada bibinya. Hal tersebut sudah bisa menggambarkan bahwa ke Hero-Antiheroan seseorang dapat muncul bersamaan dan atau saat Hero orang tersebut muncul keAntiheroannya akan menjadi efek samping dari keheroan tersebut.

Saya tidak akan memunculkan kutipannya kembali karena diatas sudah dapat menggambarkan hal-hal yang saya sebutkan di paragraph di atas. Setelah presentasi ke Hero-AntiHeroan suatu karakter beberapa pertanyaan muncul dalam benak teman-teman saya yang ada di kelas. Tentang ada tidaknya hero disamping pemeran utama atau main character? Menurut saya sendiri pasti ada Hero disetiap penokohan setiap karakter seperti tokoh sampingan dalam cerita Jane Eyre ini misalnya Helen Burns. Dia adalah tokoh sampingan yang membantu main character disini atau si Jane Eyre ini, terlebih lagi seorang hero di dalam novel picaresque selalu mempunyai asistennya sendiri, jadi dia mempunyai ketergantungan, tidak pernah mempunyai musuh langsung yang berhadapan dengan sang hero itu sendiri. Si Helen ini bisa dibilang adalah asisten atau teman berpetualang si Jane karena selalu ada disebelah Jane. Helen disini bisa disebut Hero ketika dia melakukan hal-hal yang mencerminkan sifat hero tersebut.

Juga ada yang mempertanyakan apakah di dalam suatu novel Hero-antiheronya bisa lebih dari satu? Menurut saya sendiri sangat bisa di suatu novel atau suatu karya terdapat banyak hero-antihero seperti Jane diatas. Menurut saya sendiri bisa kita lihat dalam film Infinity War, atau bahkan Avengers. Disana terdapat banyak Hero dan yang pasti ketika sifat Hero mereka muncul sifat antihero mereka pasti juga akan muncul. Dan pasti dalam setiap karya sastra pasti karakter di dalam karya tersebut berbeda-beda meskipun akan sama saja menjadi Hero-anti hero tapi dikemas dengan cara yang berbeda.

Lalu beberapa pertanyaan seperti apakah peran utama dalam suatu novel ada karakter yang mempunyai sifat antihero? Karena sebelumnya saya menuliskan bahwa antihero adalah sifat yang dimiliki oleh lawan hero karena saya salah menafsirkan bahwa antihero adalah lawan dari hero itu sendiri padahallawan dari  hero sendiri adalah villain. Tapi, menurut saya pasti ada karena karya sastra tidak melulu berporos kepada orang yang baik saja. Saya mengambil contoh seperti suicide squad yang pada dasarnya mereka semua adalah orang-orang yang bukan orang baik tapi akhirnya mereka mengorbankan beberapa hal menjungjung tinggi keadilan yang mengakibatkan sisi hero mereka muncul dan mereka (perkumpulan penjahatnya) adalah karakter utamanya. Sama juga jika posisinya kita mengambil contoh maleficent. Partner dalam presentasi saya juga mengatakan bahwa dia pernah membaca buku tentang peran utama yang bukan berkarakter baik tetapi lupa judul dan nama pengarangnya.

Lalu, ada yang bertanya juga apakah ada genre novel picaresque tetapi sci-fi? Tentunya ada seperti yang kita tahu the maze runner adalah salah satu contoh novel picaresque yang bercampur dengan genre sci-fi, lalu harry potter juga. Memang susah saat kita mematok satu genre dalam suatu karya sastra karena memang genre itu banyak dan di dalam suatu karya sastra pasti terdapat berbagai genre yang diangkat oleh sang penulis. Seperti Jane Eyre sendiri yang juga termasuk dalam genre romance memang sangat sulit jika mematok salah satu genre saja karena nanti ceritanya tidak bisa berkembang karena hanya terpaku dalam satu genre saja.

Jadi, jika suatu karakter yang lebih menonjolnya adalah sifat antiheronya dan dia menjadi karakter utamanya itu sangat mungkin karena juga seperti diatas saya katakan jika terlalu mematok pada satu hal saja akan susah berkembang.

Pasti di dalam suatu karakter terdapat berbagai macam sifat, seperti Jane sendiri disini dia digambarkan dengan sifat heronya yang berani, menjunjung tinggi keadilan, mandiri, dan juga mengorbankan diri. Tetapi dia juga digambarkan dengan sifat antiheronya seperti tidak patuh kepada aturan yang dibuat bibinya, tidak ingin kalah, keras atau teguh dengan pendiriannya, tidak bisa menahan emosi, agak bandel dan kasar. Jika dia tidak mempunyai sifat diatas tentunya dia tidak akan bisa survive seperti yang saya utarakan di paragraph-paragraph awal jika sifat antiheronya tidak keluar maka dia akan tertindas oleh John Reed, Bibi, dan anak-anaknya yang lain.

 Jadi, hero disini bukanlah gambaran hero seperti kesatria-kesatria yang membawa pedang melainkan orang yang lebih suka hidup dengan akal sehatnya atau apa yang dia pegang teguhi kadang di dalam hidupnya bukannya dia hanya boleh jujur atau berlaku baik, tetapi dia bahkan melakukan hal-hal yang salah seperti berbohong, mencuri, atau apapun itu sebagai bentuk survivenya dalam kehidupan yang merasa dirinya tidak terikat oleh suatu aturan dan hidup atas kemauanya sendiri. Kadang, novel picaresque ini sendiri menjadi salah satualternatif dalam menyinggung pemerintahan dalam masa itu.