Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Holy Trinity - John Carney Films

Selasa, 18 Agustus 2020


Setelah sekian lama setelah hiatus dari dunia review-mereview film, here i am menulis review dari 3 holy trinity John Carney and how i bump into his films. 

Jadi, aku nggak akan hanya mereview film-film ini tapi juga bakal tmi gimana aku bisa ketemu film-film ini. Lucu sih gimana aku bisa nemuin film-film John Carney yang harusnya nga underrated dan diomongin banyak orang because it's worth it and greater than musical film yang kita tahu dan overhyped. 

Pertama aku mau sebar tmi dulu, actually how happy i am to keep bumping into John Carney's films because of my bias. Not to be sound sooo cliche that i watch it cause of them but this is pure and here i present a musical film that you will love and adore. 
Sekedar tmi i know begin again setelah gikwang bikin tweet that he listened to one of the osts and funnily it's adam levine's song 'lost stars' so kalau kamu tau lost stars itu adalah salah satu ost begin again and not a stand alone song. Lagu ini juga dicover banyak orang especially idol korea, apalagi kalau fans bts pasti tau kalau jungkook cover lagu ini, lagu ini emang bagus banget sih somehow deep, raw, and nice to be heard when you're alone or dalam waktu-waktu overthinking gitu. 

Kedua it's more funny than the first one because aku mau liat-liat film di catchplay karena bosen, aku udah ngelirik sing street dari lama sebenernya karena it's musical tapi belum punya waktu yang pas buat nonton dan waktu itu aku bisa nonton aku ngantuk banget tapi nggak akan bisa tidur kalo sepi jadi aku tetep nyalain abis itu ditinggal tidur, and i woke up when they sing 'to find you' aku lanjutin nonton sampe beres nyanyi abis itu langsung aku matiin karena for real man aku belum nonton tengahnya dan itu udah mau beres. Lucunya, beberapa hari dan kejadian setelah itu mingyu bikin playlist dan pas lagu ini keplay kok familiar di kuping aku akhirnya diliat dan ternyata lagu sing street.
 
The last, akibat kebucinan aku liat haneul, i manage to find a video of him singing to falling slowly dan i dont have any idea itu lagu siapa, tapi lagunya sopan banget masuk ke telinga adem, still has the raw vibes, lonely, desperate, apalagi akustik gitarnya bikin bener-bener feeling like you're longing for someone. Lucunya sebelum tau lagu ini dari haneul, setelah aku liat film di catchplay biasanya aku liat-liat film terkait nah dan Once ini adalah salah satu film terkaitnya John Carney aku udah wanti-wanti mau nonton ini karena man how can you missed a musical film?. Akhirnya karena gabut di recommend youtube ada video haneul nyanyi lagi dan di situ dia bilang 'once- falling slowly' terus aku ngakak dan mikir beberapa menit kok is this coincidences or a destiny? Akhirnya aku nonton Once. 

Sudah tminya mari lanjut ke review filmnya. 

Begin Again (2013)

Film yang rilis tahun 2013, dibintangi oleh as you can see on the poster. KEIRA KNIGHTLEY our beautiful queen dan Mark Rufallo aktor favorit karena dia meranin hulk, Hailee Steinfeld, dan Adam Levine. Mengisahkan seorang produser musik yang lagi susah gitu dengan kerjaannya bertemu dengan Gretta si gadis cantik yang juga penyanyi dan penulis lagu yang ditinggalin pacarnya pas dia udah terkenal. 
Aku awal ngira nonton ini berpikiran wah Keira will have some romantic scenes with Mark tapi ternyata lebih dari itu dan aku juga mikir wow Keira nyanyi, karena selama ini aku selalu nonton film periodicalnya dia. BUT SHE NAILED IT, DIA KEREN BANGET. Film ini nggak cuman memberi kita gambaran betapa hangatnya kalian bisa bertemu, nyambung dengan seseorang karena music tapi juga memilih sesuatu demi hal yang lebih besar. Seperti halnya pas Gretta pada akhirnya nggak jadi rilis albumnya yang udah diproduce bareng sahabat barunya dan lebih memilih pulang setelah berpikir bahwa Adam Levine bakal balik kayak dulu lagi (di sini situasinya seperti He has sold his soul for fans dan he even rearranged lagu dari Gretta lost stars untuk dijadiin lagu dia) karena mungkin dia mikir bahwa i will keep it lowkey for being a room musician rather than become someone like my jerky boyfriend. Lalu, si Dan alias si Mark Rufallo akhirnya rujuk sama istrinya dan care sama anaknya lagi karena music. 
Oiya bagian yang paling aku suka adalah ketika Gretta dan Dan ngedengerin lagu ngelilingin kota bareng, it really heartwarming dan sangan sweet. Bayangin aja. Apalagi sama orang yang ngerti kamu. 

Sing Street (2016)

Berlatar film di Dublin tahun 80an, film ini mengisahkan anak cowok yang harus pindah ke sekolah lain karena ada masalah keuangan keluarga karena waktu itu emang lagi semacam masalah ekonomi gitu. Orang-orang banyak migrasi ke London kata film tersebut (tapi aku nggak akan singgung banyak karena aku nggak tau kondisi ekonomi dan sejarah Dublin). 
Film ini dibintangi orang-orang yang mungkin kita jarang denger namanya kecuali Lucy Boynton yang main di Bohemian Rhapsody but somehow i really like it karena sisi raw dan youthnya kerasa sekali. 
Oiya film ini menceritakan seorang anak cowok yang setelah pindah bertemu dengan salah satu cewek di depan sekolah dan karena si cowok ini pengen ngerebut hati si cewek dia bilang bahwa dia ini anak Band. Dan akhirnya terciptalah Band bernama Sing Street ini, band anak-anak sekolahan yang lagunya bener-bener bagus banget. Perjalanan dia bikin lagunya juga smooth banget sama temen-temennya, konflik batin dia sama cewek model itu, konflik keluarga dan konflik batin kakaknya yang boom banget dan pada akhirnya cara dia lari dari kenyataan buat mengejar mimpinya yang bisa dibilang surreal tapi segimanapun surrealnya itu kalau kamu udah memimpikan itu ya kejar!
Scene yang paling berkesan adalah pas kakaknya akhirnya meledak dan numpahin segala keresahannya sama adeknya ini bahwa dia itu adalah yang ngebuka jalan buat segala sesuatu di keluarga ini gimana dia adalah roketnya dan mungkin inisih yang akhirnya bikin si adek menemukan jalan musiknya dan akhirnya memutuskan buat kabur ngejar mimpinya karena kakaknya udah kayak putus asa sama mimpinya itu plus disuruh temennya kayak pergi aja kamu ke London cari label dan buat kita keluar dari kota ini itu yang bikin deep banget sih.

Once (2007)

Film yang masih berlatar belakang di Dublin, dua orang temen yang nggak sengaja ketemu pas si cowok ngamen dan si cewek yang ngedengerin dan tiba-tiba mau dateng lagi karena ternyata si cowok ini kerja di tempat reparasi vacuum cleaner. Si ceweknya akhirnya cerita bahwa dia bisa main piano tapi dia udah jarang main karena she can't afford to buy one. Tapi di sinilah si cewek ngomong kalau dia biasa main di toko musik gitu akhirnya mereka ke sana dan main bareng. Dan scene di mana dia ngegitar dan main bareng itu feel pure, sweet, warm gitu apalagi pas bapak-bapak yang punya toko senyum. Mereka ini sama-sama lonely soul yang lagi wandering across the sky gitu menurutku mencari sesuatu.
Long short story, mereka nyanyi bareng ngeband karena si cowok mau pergi ke London ngejar mimpi dia dan kalau kata si cewek kembali mendapatkan wanitamu. Akhirnya mereka nyanyi bareng gitu di sebuah tempat rekaman dan abis rekaman mereka sama bandmatenya pergi ke pantai. Aku kira filmnya bakal ngisahin kisah cinta gimana si cewek dan si cowok bisa bersatu ngejar mimpinya gitu tapi ternyata sama kayak Begin Again lagi-lagi mereka berpisah memilih sesuatu yang lebih diproritaskan. Mungkin karena si cewek udah punya anak dan ngebiayain hidup ibunya belum lagi suaminya bakal balik sama dia. 
Pada akhirnya mereka akhirnya menemukan sesuatu yang bisa menghidupkan jiwa mereka lagi, si cewek dibeliin piano, dan si cowok pergi ke London ngejar cintanya dan mimpinya buat jadi musisi.


Yang keren dari film John Carney adalah film-filmnya itu imdbnya gede semua jadi nggak akan mungkin film-filmnya akan mengecewakan kita semua. 1 hal yang paling original dan heartwarming di film-film di atas adalah lagu-lagunya dan bagaimana lagu itu bisa tercipta dalam film tersebut. Penggambaran raw emotion soal musiknya juga indah dan dalem, castsnya saat membawakan cerita ini juga jadi kayak keliatan seperti pure jiwa dan kehidupan mereka. 




 

Review Parasite (2019)

Kamis, 04 Juli 2019

Hallo!! Finally gua balik lagi dengan review film cetek ala kadarnya versi diriku ini. Well setelah satu tahun (wow) gua gak ngepost, gak bikin entri baru, gak ngeblog lagi akhirnya gua nulis lagi!! Oke it's a lil bit cliche karena alasannya adalah gua udah dalam masa semester tua huhuhu. Padahal gua mau banget nulis beberapa rants tentang menjadi mahasiswa semester 5 atau 6 tapi yaudah gajadi aja karena dorongan untuk rebahan terlalu tinggi. Well, as usual enough for the chit-chat let's move on to the review.

Film yang menang di festival film cannes (wow) ngalahin filmnya Quentin Tarantino, film karya Bong Joonho ini ternyata emang sekeren dan se-mindblowing itu. I'm not a fan of him dan not fan of korean movie tapi yang ini memang gila keren banget bro, and it turns out bahwa banyak film yang mindblown dari Korea, gua aja yang karena gak suka dengan genre-genre sadis itu jadi gatau. Dan ternyata emang banyak film korea yang sekeren dan sebagus itu yang menurut gua penulis ataupun directornya bisa mengeksekusi film tersebut dengan tangan dewanya. Dan beberapa film korea yang lain udah masuk watching list gua (tinggal kapan nih gua nontonnya).
Nah, film ini genrenya drama/mystery kalo lo googling dan emang bener mystery dan drama keluarganya dapet banget. Film ini nyeritain sebuah keluarga dan anaknya yang sulung KiWoo dapet kerjaan buat ngegantiin temennya dan it turns out ya as you can see through the title. Gua dengan pedenya pas di tengah film sok-sokan nebak alurnya san ternyata melenceng jauh dari pikiran gua.
Oiya karena gua uhum akademisi film (maksudnya dapet matkul film) film ini kalo lo mau teliti banyak foreshadownya salah satunya basement, batu, dan bau.
Gua tau film ini dari Joko Anwar salah satu sutradara kenamaan Indonesia, di salah satu cuitannya dia bilang bahwa film ini jenius dan mengagumkan, dan film ini ngasi paket lengkap buat kita. Bener sih ada sedih, ketawa-ketawa, tegang, ah pokoknya ada semua deh. Dan emang bener-bener sedih sih sampe ada mas-mas di sebelah gua kek yang abis nangis gitu, ingusan. Agak pengen ketawa juga sih, alah tapi gua juga cengeng kok hiks. After effect film ini kuat banget, gila. Gua beres film masih duduk sambil mencerna ending dan ceritanya. Setelah keluar cg*v kek biasa masih ngomongin film itu, pas udah di rumah masih kepikiran soal ceritanya, dan besoknya masih aja kepikiran soal cerita film itu. Pokonya dahsyat banget after effectnya.

Emang this film the best deh, dari ceritanya, cinematographynya, semua deh gak nyesel nonton ini. Oh iya, salah satu quote yang gua paling suka di sini itu adalah 'there's no plan' gua lupa apa yang bener pokonya tapi tentang plan gitu, bahwa rencana yang paling bagus adalah gaada rencana karena kita gak bisa memprediksi apa yang terjadi dannn bisa aja apa yang kita lalui di luar rencana. dan emang bener sih bener banget.
Keknya this one will be the shortest review di blog gua, tapi gapapa biar kalian penasaran.

Last but not least, ada salah satu moral value yang gua tangkap di sini yang bener-bener bikin gua tertampar. Soal bau-bauan. Kadang kita pasti udah jijik kalo ada bau bau gak sesuai dengan kita kalo di public space atau di mana, nah kita jangan langsung menghujat. Gimana ya try to be wiser lah, kan orang itu beda-beda jadi gak bijaksana juga kalau kita menunjukkan ketidak sukaan kita dengan bau orang itu padahal kan di public. Namanya juga public gak semuanya bisa pas di mata kita, ingat kita gak hidup sendiri di dunia ini. Salah satu yang langsung connect ke gua adalah salah satu tulisan di krl gitu atau di mana yang bilang 'bagaimana kami bisa cerita kalau kalian menjauhi kami karena keringat kami' intinya ngomongin gitu kita kan gatau mereka keringetan mungkin aja abis banting tulang nyari rezeki kan kita ga tau. Ya so the last be wiser ya karena kita gak hidup sendirian.

Dan overall keknya i'll give this film 9.5/10. Karena emang rollercoaster banget deh ini film, dari semua segi aspeknya keren banget. Gua gak bakal lupa deh kalo ada filmnya Bong JoonHo Sonsaengnim lagi gua bakalan nonton cepet-cepet dan gak akan lupa nonton filmnya dia yang lainnya.

Review Film A Star is Born (+basic survive skill untuk anak kos)

Selasa, 06 November 2018



Yeayyyy!! Review film (lagi) akhirnya setelah mengumpulkan niat dan beberapa keinginan akhirnya gua ngereview lagi. Aturan bulan-bulan kemaren gua mau ngereview Munafin 2 tapi karena malas yang tidak berkesudahan gak jadi, karena bulan kemaren disibukkan oleh latian padus dan presentasi-presentasi matkul wajib yang pengen bikin nangis aja. Eh tapi Alhamdulillahnya gua sama anak-anak padus jurusan dapet juara 1 hehehe (yaiya orang cuman 2 pesertanya).

Oke sebelum gua mau ngereview film A Star is Born yang bikin gua nangis dan gak mau pulang karena durasi nangisnya terlalu bentar gua mau sedikit bahas munafik sekalian deh biar seperti penebusan dosa gitu. Kalau mau langsung baca review A Star is Born langsung skip paragraph di bawah ini.

Nah, menurut gua film ini yaa 8/10 lah. Sombong banget ngasih nilainya segitu. Ya gini lo, film ini seperti biasa nyeritain mas Adam nah abis itu mas Adamnya ini disuruh bokapnya nyembuhin temennya di desa terpencil (nah ini ternyata yang gua bingungin di trailer karena mereka kok tiba-tiba pindah ke desa terpencil) nah ternyata di situ itu sudah dikuasai oleh ajaran sesat dimana temennya bokapnya mas Adam ini dikirimin penyakit sampai akhirnya masyaAllah Naudzubillah lah. Intinya film ini mengingatkan kita akan ngerinya iblis dan para jajarannya, gua disepanjang film sama kek di film yang pertama dzikir terus karena gua bener-bener takut coy, I mean orang sebegitunya gitu loh sampai memuja iblis dan meminta bantuannya, kan gak bener. Menurut gua di film yang kedua gak terlalu frontal kek di film pertama yang emang setannya ada gitu, ya di sini juga ada cuman si setan itu direpresentasikan oleh Abuja gitu lo. Film ini ya genrenya horror tapi mulai dari tengah film gua udah mulai sesenggukan gak karuan, gila aja gitu lo film horror bro tapi gua nangis sampe pulang dari cgv, ya itu karena gua inget gitu jahatnya iblis yang mau menguasai dunia, dan persahabatan mas Adam dan temannya (tonton aja karena ini short review lol). Tbh film ini emang recommended banget deh buat orang-orang yang pengen disadarkan gitu, pasti sadar lah dan pada akhirnya ya nyadar. Meskipun banyak jumpscare dari awal sampe akhir yang bikin gak bisa napas dan dzikir mulu tetep film ini menghibur kok!! And worth to watch hehe.

Nah, langsung saja ya gua ngereview filmnya Lady Gaga sama Bradley Cooper ini, gila gak sih Lady Gaga main film bruh dan widihhh… oiya btw sebelum itu gua mau bilang anjir kesel banget film bulan November bagus-bagus men meanwhile I am broke af and bingung gitu gimana cara nontonnya meanwhile for watching the movie with the regular ticket price is impossible but then hehehehe untung tixid memang dari awal semester ini udah ngasiin promo buat orang-orang broke af like me dengan setiap hari rabu kita bisa beli tiket buy 1 get 1. Nah sebenernya gua dulu kalo beli sok sokan yang regular price terus gua nonton ‘gangnam beauty’ tuh nah di situ si katingnya yang udah jadi asdos ngasi tau kalo nonton pas diskonan setiap hari ini karena buy 1 get 1, terus kalo beli di toko-toko gitu atau supermarket gitu sukanya yang diskon dan yep bener banget itu adalah salah satu basic survivenya anak kos gitu sebenernya. Dan dari si mas wooyoung alias si mas dongyeon ini bener-bener gua inget-inget tu karena itu saving money banget! Sebenernya gua udah suka beli diskonan sih, cuman yang nonton itu baru sadar setelah sama mas wooyoung ini. Sebenernya ya terserah si basic survive anak kosnya itu mau diterapin atau enggak yang pasti, itu bermanfaat banget buat kalian yang lagi saving money kayak gua buat debeliin skincare lah atau apa hehehe.
Banyak bacot bat dah, kapan reviewnya pls.

Nah, gua pas nonton ini agak lumayan telat sih jadi pas opening si mas Bradley Cooper alias si Jackson ini udah nyanyi-nyanyi dan aduhh keren banget gak ngerti gua selalu lemah ama musisi kenapa ya? Nah, gua gak akan ngesummaryin ya gua bakalan ngomongin thoughts gua aja di film ini. Lagi-lagi gua bukan expert soal cinematography-nya tapi gua suka banget efek-efek grain dengan coloring yang kalem gitu, dingin rasanya. Pacenya menurut gua lumayan cepet (padahal ini filmnya 2jam lebih coy) karena gua gak ngerasain pacenya kalem, malah kayak cepet banget dak-dak-dak gitu, padahal gua ngerasa ngantuk pas ditengah-tengah karena mungkin belum nyampe konfliknya dan gak tau gua ngerasanya cepet tapi guanya agak ngantuk gitu karena gua nguap dua kalian atau karena gua gak ngeh gitu konflik antara si Jackson sama kakaknya ini. Juga sebenernya yang bikin gua kurang konsen pas nonton adalah temen gua yang baru sampe scene apa gitu dia udah nangis dan lu tau gak sih suara orang nyedot ingus? Kinda annoying sih.

Film ini awal-awalnya penuh dengan keso-sweetan di mana-mana gua gak kuat, karena gua lemah sama hal-hal yang too sweet dari yang di toko, sampe pas dilamar pake apa cuy? Karena mereka musisi pake senar gitar dong anjir gak sih!! Semuanya menurut gua manis banget di sini, apalagi Lady Gaga cantik banget dan natural banget keren deh!! Tapi karena ke so-sweetan itu dan gara-gara dosen gua udah ngespoilerin bahwa dia nangis selama nonton gua tau pasti ada hal yang gak bener di akhir nanti.

Nah, film ini sukses buat gua cirambay sebenernya pas adegan dia di rumah (ya gua gak mau spoiler) tapi sebelum-sebelum itu udah bikin dada gua panas, ya gimana enggak bayangin aja ya kayak suami lo udah janji ama lo gak akan jadi alcoholic dan gak ketergantungan obat, tapi malah pas hari dia dinominasikan dan dapet award malah lo mabuk dan ruined the night gitu. Yang sampe akhirnya dia dibawa sama bokapnya si Ally atau Lady Gaga ini ke kamar mandi sambil dibilangin kamu udah mempermalukan anak aku dan dinyalainlah showernya, menurut gua gak bijak sih kayak gitu tapi berubah jadi alcoholic lagi dan ruined segala yang istrinya pengenin meskipun bukan keinginan dia juga gak bijaksana gitu loh. Tapi si Ally ini tetap tegar dan yaampun sayang banget lah doi ama suaminya gila.

Turning point gua nangis sesenggukan ya itu pas adegan rumah ketika mas Jackson mereka ulang kejadian yang pernah ia lakukan dulu dan udah abis itu diliatin keseharian si Ally (di sini yang bikin gua sedih banget sumpah kek antara berpikir setega itukah dan itu adalah hal yang terbaik buat Ally) abis itu Ally nyanyi buat suaminya dan udah selesai. Dan abis itu gua masih duduk di kursi gua sambil nangis, sebenernya gak mau beres karena masih sedihhhh banget gak ngerti lagi.
Kerennya di sini itu rasa musicnya kerasa banget, dari music rocknya si mas Jackson Waine ini sampe music popnya si Mba Ally, yang menurut gua sih sebenernya si Ally ini lebih cocok ngebawain lagu-lagu yang awal daripada pas dia nyanyi di SNL yang bikin suaminya marah, pas itu gua juga marah karena gak si mba Ally banget gitu.

Aduh gak bisa berkata-kata film yang disutradarai oleh Bradley Cooper, yang dimainin oleh Bradley Cooper ini dan yang diapaya kalo sound gitu juga sama dia kek merasa bahwa walah keren banget ini mas Bradley Cooper. Meskipun menurut gua delivering messagenya pas masalah dia sama saudaranya kurang ngefeel gitu ya, tapi tetep lagu-lagunya mas Jackson mantap. Katanya ini film debut directornya mas Bradley jadi gila juga ini baru debut filmnya udah laris manis.

Setelah itu, buat aktingnya Lady Gaga (gua gak tau ya dia udah pernah acting atau belum) tapiiii keren banget di sini, keliatan natural (menurut gua) dan cantik banget menurut gua, beda banget ama dia yang jadi Lady Gaga. Cantik huhuhu. Terus gua juga lebih suka dia nyanyiin ost di sini daripada lagu doi sendiri, I mean Shallow sama I’ll Never Love Again itu imo lebih bagus daripada lagu-lagu doi sendiri. Gua lebih suka kalo dia nyanyiin lagu-lagu kek gini gitu lo lebih kerasa suaranya.

Dan overall gua bakal ngasih 8.5/10 karena musicnya yang bikin gua tercengang, kek lu bener-bener nonton konser soalnya keren, acting mereka apalagi mas Bradley Cooper yang jadi alcoholic dan acting marah-marahnya Ally itu juara! So this movie is worth (really really really) worth to watch! Jadi jangan sampe gak nonton deh!


REVIEW FILM THE NUN (pake m-tix)

Rabu, 19 September 2018



Yeay! Review film lagi~~ lumayan sebelum bener-bener belajar melepaskan setres dulu. Dan gua mau nonton sebenernya karena lumayan cuman lima belas ribu doang kalo diitung.
Pertamanya gua emang gak terlalu excited ada film The Nun, kenapa karena gua gak nonton The Conjuring yang kedua jadi gua males, tapi karena diajakin yaudah deh mau aja meskipun ada kejadian lucu pas nonton karena kita harusnya berenam, eh temen gua yang dua malah salah mall dan akhirnya balik lagi ke mall tempat kita nonton, untung gak telat, ya telat tapi gak telat-telat amat. 

Nontonnya pake mtix jadi pas filmnya gak memenuhi ekspektasi kita jadi gak terlalu rugi lol, karena udah banyak review anak-anak twitter yang bilang film The Nun itu 5/10, dan ya gua tau sih kenapa.

Yaudah yuk langsung review aja biar gak banyak bacod.

Pertama film ini menceritakan asal-usul Valak yang ada di The Conjuring 2, disebuah biara tua di kota Rumania. Settingnya Dark Age menurut gua karena masih pake ajaran gereja katolik, tahun 1592 atau berapa gitu soalnya yang gua tangkep itu angkanya. Kedua, storyline, gua agak kecewa sama storylinenya karena gampang banget kebacanya sama gua kek emang bener-bener typical horror movie biasa yang abis ini bakal ini abis ini bakal ini gitu kek pas suara radio, terus anak kecil yang possessed, sampai pas si Franchienya mau jalan kemana gua bisa nebak. Jumpscarenya seperti kebanyakan orang bilang banyak dan emang dari awal sampe akhir ga ada abisnya. Kebanyakan orang bilang ini gak horror tapi menurut gua ya lumayan sih, emang gak horror masih horroran pengabdi setan tapi karena ini dark gitu ya menurut gua it’s quiet disturbing sampai emang gua pen nangis lol. Dan yang paling ngakak gua baru ngeh kalo setannya itu bisa mati ama kapak dan senapan, oke bukan setan tapi iblis kan gak logic aja gitu setan bisa mati sama kapakL

Disini valaknya bener-bener ditampilin gitu dan gua jadi malah pengen ngakak aja sama wajah dan rupanya si valak ini, kek oke lo serem tapi lo lucu juga maleen. Sebenernya ini film gak worst to watch tapi mungkin karena overhyped jadi kebanting sama ekspektasi yang ketinggian, mungkin.. karena ya people banyak ngerasa The Conjuring universe tu horrornya kan maen gitu.. and I’ll give it 7/10 quiet fair tho.

Pas nonton ini sebenernya gua pen marah sama orang orang yang ada dalem theater, kenapa they were freakingly mainan hp coy padahal lagi dimulai filmnya dan lagi ditengah-tengah film, sumpah cahaya hpnya tu kena mata dan it was so disturbing gelap-gelap terus kena cahaya hp. Kesel banget sama orang-orang yang kek begitu gua, pokoknya guise nanti kalo mau nonton film kalo emang mau mainan hp atau balesin whatsapp atau main Instagram udah gausah nonton film. Gak bisa apa gak mainan hp sampe 90 menit?

Intinya kalo gak mau kecewa try mtix. Rating The Nun di Imdb sama rotten tomatoes termasuk rendah, tapi gak sedikit juga yang bilang bagus jadi kalo gak mau rugi coba pake mtix, gua bukan endorse.

sekalian tips buat anak kosan kalau mau nonton, setiap hari rabu mtix buy one get one guys dont miss it!!

REVIEW SEARCHING (film mikir yang worth to watch)



Hai kalian semua~ kali ini gua mau review film searching yang lagi hype dikalangan anak-anak millennials, ga millennials juga sih. Ya maksudnya lagi dihype gitu. Ceritanya temen gua pengen nonton Cristopher Robin tapi karena udah turun jadi ga jadi, terus gua baca review orang-orang this movie is worth to watch jadi gua milih nonton searching tanpa liat trailernya. Anehnya mereka Cuma ngasi jam tayang dua kali untung aja gua milih mainnya siang soalnya malemnya mau nonton closing Asian games kan lumayan bisa nonton Ikon ama Suju gratis di tv.

Akhirnya gua nonton tu ama temen gua, yang jam 5 padahal gua udah rencana main dari jam 10an eh dapet filmnya malahan yang jam 5 yaudah tetep nonton kan karena emang dari awal gua pengen banget nonton nih film.

Film ini nyeritain seorang bapak yang nyari anaknya yang ilang dibantu dengan seorang detektif yang dapet berbagai macam penghargaan gitu.

Pas pertama nonton terdengar suara windows kebuka gua kaget dong ya kirain amang-amangnya salah ngeinput film atau tiba-tiba pcnya mati karena ya emang bener-bener tampilan windows gitu eh ternyata bukan coy.. pertamanya gua mikir banget ama ini film katanya thriller kok gak ada bunuh-bunuhannya sama sekali kok malah opening windows dan ternyata emang pengemasan filmnya kek gitu guys..

Lima menit pertama gua mikir dan ngerasa bosen ama ini film karena jujur awal-awal ya nyeritain awal-awal sampai anaknya gede dan konflik pun dimulai. Film ini plot-twist banget dan cocok buat yang suka mikir gitu jadi sepanjang film kita disuruh ikut mikir apa nih yang sebenernya terjadi sama anak si bapak ini, terus yang paling penting ikut mikir pasti mikir gini anjir si bapak anaknya ilang kagak keluar rumah, ikut si bapak solving problemnya dia. Dan kerennya film satu ini bakal kek film biasa gitu, ya settingnya biasa, dialognya biasa, eh ternyata men engga!! Sama kek apa yang gua omongin tadi, film ini dikemas out of the box hampir-hampir sama kek unfriended tapi karena gua ga nonton jadi ya gua gabisa comparing dua film ini.

Story line film ini gak bisa ditebak karena kita bisa dibikin focus banget dengan apa yang terjadi didetik selanjutnya ((gua nyoba ngeraba-raba storylinenya ternyata salah semua)), dan pas adegan klimaks ditengah-tengah gua agak cengo karena gua kira film ini bakal berakhir gitu aja karena ditengah-tengah emang disuguhin storyline buat ending tapi ternyata gua salah kita masih disuguhkan oleh plot twist yang membuat semuanya make sense dan bakalan bikin kita terpesona sama kepintaran bapaknya. Sumpah nih si bapaknya emang keren banget lah.

Film ini juga ngajarin kita bahwa orang tua bahkan yang deket ama kita aja belum tentu kenal kita sepenuhnya, dan emang bener social media is the best place for us to runaway from this cruel world. Karena itu menurut gua pesan yang disampaikan oleh film ini disamping kasih keluarga ga akan ada habisnya. Dan pas gua ngeliat film ini kesenjangan kecepatan internet Indonesia sama Luar Negeri keliatan banget coy, ketika lo Cuma nunggu beberapa detik buat load video ataupun refresh suatu page sedangkan disini butuh sampai bermenit-menit gua sedih lol.

Intinya, ((sumpah ini review tersingkat gua karena emang bener isinya review doang nggak ada bacotannya)) film ini 10/10!! Plot twist yang gak kepikiran deh lo pada, thrillernya kena, pokoknya bagus lah sumpah. Pokoknya ini film thriller favorite gua karena gak ada bunuh-bunuhan tapi bikin kita mikir cuy.

Review Film A Quiet Place (Nyobain Nonton Di Satin Suite CGV)!!

Sabtu, 07 April 2018



Heyyyy balik lagi gua ngereview film lagi yeay. i have so much money lol anak sultan yeay (padal mah kenyataannya besoknya langsung makan pake mie).

gua lagi-lagi nonton film d+2 rilisnya anjay gila. lagi-lagi sebelum masuk ke review-an amatir gua, gua bakal sedikit curhat tentang ketololan a bunch of anak kosan yang pengen banget nonton nih film. ceritanya kita sebut saja Teh Elda, Chika, dan Zaldi. lagi-lagi nonton film ini gak terlalu di rencanakan, gua yang harusnya ada rapat sorenya diajak Chika nonton terus gua ragu karena gua ada rapat tapi karena hawa sesat gua akhirnya gua nonton. akhirnya di cek tuh di jatos katanya ada eh ternyata gaada untung itu gak jadi. akhirnya pengen ke ubertos, tapi mikir-mikir lagi karena beberapa kejadian mati lampu dan suara tiba-tiba ilang di ubertos akhirnya gua nyari di cgv MIM dan memang ada dan itu jam 19.30. okay akhirnya kita berangkat dengan bahagia seperti sekumpulan anak yang akan berpesta asyique. akhirnya, kita ke atas ke cgvnya nyampe lah kita nanya ke mbanya dan kata mbanya 'mba yang reguler udah habis dari tadi sore, ada juga yang satin suite mau?' semuanya diem saling pandang-memandang. gua paling tahu ini pikiran orang-orang ini masa mau muter lagi ke ubertos dan nonton yang jam 9? gak akan. akhirya gua nanya mba satin suite tu gimana. karena katroknya gua, gua cuma tau reguler, sweetbox, sama yang make kasur gitu tapi gua gatau namanya. akhirnya setelah bercekcok cukup lama diiyain deh, dan duit 55k melayang dalam waktu 1.5 jam.

sebenernya lucu aja sih ini keren baru pertama kalinya nonton di kelas yang kek beginian, biasanya juga reguler. biasanya aja 35k udah marah-marah karena kesel mahal banget. terus gua disuruh milih tu ya mau yang sofa apa yang kasur, kalo sofa anjir jauh banget akhirnya milih yang kasur aja lah biar bisa bobo-boboan lucu gitu. terus setelah milih kita melakukan ritual lain yaitu nyari makan, biasanya abis nyari makan kita nyari cemilan gitu biar diselundupkan eh ternyata engga jadi beli karena uangnya sudah terkuras habis oleh harga tiket. ternyata juga teh Elda udah nyelundupin makanan Chika juga nyelundupin minuman tapi ke gep di depan gitu, anjir ketat banget la gila.
eh anjir kapan reviewnya bege.

okay beres ngebacotnya. nah, gua sebenernya ga ngeliat trailer film ini sama sekali cuman ngeliat tag-tagan teh Elda ke gua, yang nyeritain film ini gitu tentang it's not horror tapi semacam thriller gitu katanya dan pertamanya itu emang gaada suara sama sekali dan kinda boring gitu katanya tapi pas akhir-akhirnya itu kek memacu adrenalin gitu. dari sedikit summarynya itu emang bener sih awalnya tuh seperti itu, gua aja agak ngantuk (udah mah tiduran), emang bener sih ini tu awalnya diem, sepi, penuh dengan ketidak ada suaraan karena ya namanya aja quiet place yah. terus, karena suaranya emang gaada alias cuman bisik-bisik aja ketika ada suara yang ngagetin gua bisa ngumpat dan kaget tapi gak sampe jerit (entah kenapa tapi gaada yang jerit disini gua jadi kalo mau jerit takut). sebenernya cape juga sih nonton film ini karena disetiap ga ada suaranya mereka itu kita ikutan tahan napas karena takut bikin suara gitu. nah ini tu kek kalo lo bikin suara someone strange will chase you gitu.

lagi-lagi i'm not gonna spoiler you ya. karena ini amatiran dan bukan pengamat film ya jadi mohon dimaklumi. lagi-lagi kalo ada sesuatu yang membahayakan jantung gua langsung nutup muka gua pake kerudung padal masi bisa keliatan ya at least nutupin lah anjir. film ini tu juga mengajarkan kita saling menjaga keluarga, saling menyayangi, dan saling melindungi. dimana lu yang dulunya penakut terus jadi pemberani karena harus menjaga dan melakukannya untuk orang yang lu sayang. terus film ini tu juga mengisahkan anehnya hubungan ayah dan anak yang rumit, serta suami dan istri yang masih terus mau survive meskipun lingkungan disekitarnya tidak mendukung, bahkan sama sekali tidak mendukung.

film ini juga nyuruh kita mikir dengan menurut kamu bagaimana ini berlangsung dan bagaimana ini berakhir. dan menurut gua ya ini berawal dengan adanya suatu sebab akibat dengan anaknya yang gak bisa denger, atau tuli. menurut gua aja ini, karena dia gak bisa dengar maka dari itu ada lah suatu mahluk yang seperti itu. semacam representasi anaknya gitu. dan lagi-lagi gua suka banget sama character development di film ini kek anak cowoknya, terus anak ceweknya gua suka banget sama karakter dia dan yang meranin Millicent Simmonds, she really looks so beautiful and gorgeous meskipun ada salah satu prediksi gua yang meleset bahwa mereka akan hidup bahagia ber empat eh ber lima.

and overall~
ini juga movie yang worth to watch dan keren gitu buat mikir kek kenapa sih, apa sih, apa hubungannya dan kenapa gitu, bagus juga karena mengajarkan sebuah kekeluargaan dan cinta. asyique. and i'll give it 8 out of 10. ini juga tergantung kalian mau nonton gak sih yang penting this is another recommended film dan kalo lo nanya ke gua mending nonton ato gak gua bakal jawab nonton aja anjir.

Review Film Danur 2 'Maddah' D+2 rilis!


Hey!!! balik lagi nih gua mau ngereview salah satu film yang hype dimasanya anjir. okay sebelum masuk ke reviewan film gua bakal sedikit cerita tentang gua yang akhirnya punya duit buat nonton bioskop padahal udah tanggal tua (gua adalah anak kosan yang ketika tanggal tua menyerang gua jadi misqueen seketika) lol. jadi gua kemaren-kemaren bantuin temen gua gitu, ada projectan dia di kampus dan gua dimintain tolong, gua kirain pas itu cuman minta tolong sehari doang dan ternyata sampe minggu depannya dan alhamdulillah lah lumayan dapet uang jajan tambahan.

sebenernya, ketika gua mau nonton nih film bareng dua temen gua ga terlalu di rencanakan sih jadi pas sore itu juga temen gua panggil saja dia Chika nge-wa gua, mau pulang jam berapa dan mau ikut nonton ga soalnya dia sama Teh Elda mau nonton gitu terus akhirnya yaudah gua ikut. pertamanya gua gamau banget nonton nih film because gamau aja karena gua gasuka pemainnya gua bete. akhirnya, gua mikir keras nih sama teh Elda mau nonton teman tapi menikah apa ni film, eh ternyata yaudah lah ikutin aja kemauan Chika.

okey, skip akhirnya gua nyampe nih ke sebut saja mallnya itu jatos yah, expektasi gua itu ini bakalan rame nih, bakalan cape karena duduk di depan dan ternyata salah men, gua ga duduk di depan banget dan bahkan pas gua beli tiket ga terlalu penuh jadi lumayan masih dapet yang diatas. akhirnya, setelah beli tiket ritual-ritual makan harus tetap jalan dong padahal akhirnya gajadi makan karena ricisnya rame banget kek pasar malem. dan jadinya makan beres film, terus mau makan di up*normal kok keknya mahal banget gak kuat hamba, akhirnya kita jalan sambil nyari makan sampe ke jonas nangor gila kali jam 10an jalan dari jatos sampe jonas lol. dan akhirnya capek dan pada akhirnya makan di McD deket kosan. gila dasar.
skip, kapan anjir gua ngereviewnya.

nah akhirnya kita nonton nih, kita nonton di yang reguler yah dan anjir kita nontonnya d+2 rilis dong gila ga sih. nonton nih bertiga, dari awal emang udah hawa-hawa ga enak gitu dan bener anjir gua gabisa napas dari awal nonton sampe akhir nonton Danur ini. gua ga akan ngomongin kapan aja setannya muncul tapi setannya muncul setiap saat yang tidak terduga, dan gua untungnya nutupin pake kerudung gua kalo ada yang keluar (yailah cemen banget, ya namanya juga takut). ada adegan dimana itu anjir kampret banget dimana setannya emang lagi mempermainkan kita dan itu adalah salah satu adegan krusial kita setiap hari guys, itu ketika dzikir dan temen gua sampe nyebut, gua sampe deg-degan gak karuan, karena menurut gua bener banget itu setan suka mempermainkan kita loh jangan salah dan itu salah satu penggambaran yang amat sangat detail gua suka dan takut lol. capek lah intinya gua pas nonton ini ga berhenti jerit-jeritan, gak berhenti bisik-bisik kata kotor, gak berhenti nutupin mata pake kerudung, kadang nyopot kacamata biar gak keliatan hehe.

Menurut gua yang belum pernah nonton Danur 1 yang kata orang-orang biasa aja menurut gua film Danur 2 ini have a strong horror vibes banget, sama kek pengabdi setan tapi capek nontonnya lebih capek ini Danur 2 karena menguras tenaga banget. ya, meskipun gua bukan seorang pengamat film atau bahkan kritikus film yah gua gatau tapi gua rasa film ini ya okelah horrornya bikin orang susah napas, meskipun yah namanya film horror pasti penerangan minim, terus rumahnya terpencil, terus grunge vibes gitu. dan gua gak tahu kenapa film horror di rumahnya itu suka minim pencahayaannya, okey buat ngasi vibes seram tapi kan tetep aja masa lu mau rumahnya gelap-gelapan gitu kan ga mungkin yah. ini yang masih membuat gua bertanya-tanya setiap gua nonton film horror sih, kenapa dia gak mau nyalain lampu. kesel gua.

oh iya kenapa gua diatas bilang ini tu have a strong horror vibes, karena gua pernah liat jurnal risa di youtube dan gua ngerasain gitu yaampun sehorror itu hidup dia, dan gua acungin jempol buat si Prilly yang meranin teh Risa karena menurut gua anjir mirip banget gitu dan gua mikir anjir iya nih si Prilly mirip. 100 jempol buat Prilly yang sudah lebih menghidupkan kesan Risa seperti Risa yang sebenarnya. tapi ada salah satu hal yang gua pikir agak minus buat nih film, apa? pengambilan gambarnya yang muter-muter gatau ini gua aja karena gua bukan seorang film maker, apalagi pengamat film ulung gua ngerasa gua pusing nontonnya oke horror tapi anjir ini itu bikin pusing. jadi kesel. dan ending filmnya yang buat gua cringe karena lol itu mirip Voldemort bro. dan ada suatu hal istimewa yang gua gatau gua bisa dibuat nangis oleh film ini. what? a friendship. gila persahabatannya Risa sama temen-temennya emang yang paling top. dan lagi-lagi gua bakal memuji Prilly yang bener-bener ngingetin gua akan jurnal risa yang gua tonton. i'm not gonna spoiler some of you guys tapi ketika adegan friendship itu terjadi gua nangis, dan yang bikin nyesek adalah ketika si Risa nyisain tempat buat temen-temennya like hell dude you're their real bestfriend, dan itu mengingatkan gua tentang kisah premiere Danur 1 yang nyisain 5 bangku kosong di depan.


and, overall..
for me this movie is really worth to watch dan si Prillynya keren banget membawakan karakternya, dan jalan ceritanya juga oke sih gimana ya gua bisa nebak tapi masih asik buat dinikmati, film horror yang bisa bikin gua nangis. i'll give 8,5 out of 10. mau nonton atau tidak kembali lagi pada kalian para khalayak ramai. byeee~

Pengalaman Nonton Film Baris Terdepan (Review Film Dilan 1990)

Minggu, 04 Februari 2018


Okey. Hari ini atau di artikel ini gua bakal nyoba ngereview suatu film yang lagi booming di khalayak ramai. Ibu-ibu, bapak-bapak, siapa yang mau bantu tolong. Eh. Setiap khalayak ramai berbondong-bondong mendatangi bioskop buat nonton film ini terlepas dari mereka tau gak sih film apa ini atau ini film diangkat dari novelnya siapa dari emang bener bapak-bapak, ibu-ibu, anak sekolahan /ini so pasti/, anak kuliahan /so pasti/, anak kecil yang dibawa ortunya. Menurut gua most of them emang belum pernah bacanovelnya dan gatau cerita apa itu dan mereka terhasut oleh promosi dan Iqbal dan vanesha yang ganteng. Gua juga kok. Hehe. Jadi buat yang udah tau juga Dilan itu terkenal dengan bacotan mautnya /maaf gua tidak memakai gombalan melainkan bacotan karena emang cowok itu bacotnya gede udah/ yang ‘Jangan Rindu, Rindu itu Berat, Kamu takkan kuat’.
Nah dari dulu-dulu pas novel ini mau di filmin itu berbondong-bondong orang pengen tau siapa yang jadi Dilan atau cowok geng motor yang bacotannya maut /intinya pemeran utama/ di film ini. Dari Jefri Nichol, Adipati Dolken, gua /gak/ digadang-gadang jadi pemeran utama di film ini. Tapi ternyata mereka announce Iqbal Ramadhan. Wih itu yang namanya geger netijen emang bener-bener geger, underestimate sama Iqbal pasti gua juga. Apalagi pas teasernya keluar gua gak sampai hati nonton dan akhirnya gua cuman nonton di postingan ig.

Nah akhirnya hari dimana Dilan release datang. Gua sebagai pengamat story following gua kaget sumpah yang namanya mereka ngestoryin cinema yang lagi penuh banget, mereka ga dapet tiket, di antrian tiketnya penuh gua kaget. Gila siapa aja sih yang nonton sampe segitunya dan ternyata pas gua nonton Dilan pas gua nyampe cinemanya gua baru ngeh. Seperti yang diatas yang udah gua omongin. Pas nyampe di Cineplex di kota gua, gua kaget itu parkiran penuh banget padahal gua udah nyiasatin dateng hari senin yang notabene weekday, dan jam 15.30 ya karena emang jam segitu nyampenya. Dan emang gua kirain gak ada yang bakal nonton jam segitu but I’m having a high expectation yang realitynya emang bener-bener jomplang. Gua nyampe sekitar jam setengah tigaan dan gua langsung ke mba-mba ticketnya. And guess what? Tiketnya abis men. Jadi bukan abis but tinggal satu-satu dan satu baris di depan. Bayangin satu baris di depan sendiri. Gua sempet ga mau, dan pengen nonton sendiri-sendiri, jadi ngacak duduknya gitu. tapi temen-temen gua bilang tanggung udah nyampe sini terus ga mau kalo nonton sendiri. Akhirnya, okey gua nonton di barisan paling depan kayak fanatiknya Dilan nonton paling depan. (sebenernya gua bingung tulisan gua agak baku terus kesini-sini gua balik lagi nulis kek biasa).

Akhirnya gua nonton di barisan depan dan paling pojok. Kebayang kan gua sampe harus geleng-geleng kepala, sampe harus duduk nyender ke temen gua banget, sampe gua kudu menengadah ke atas soalnya wajah vanesha sama iqbalnya jadi cembung dan cekung. Sedih sebenernya, karena gua bukan fans fanatic Dilan tapi gua bela-belain nonton di barisan terdepan. Ya mending gua nonton maze runner sih, cuman gua pengen nonton Dilan juga.

But… capek gua duduk di depan kebayar. Oke menurut story orang-orang yang udah nonton Dilan, doi masih belum bisa menghidupkan dialog-dialog maut Dilan dari buku ayah. Emang bener sih menurut gua bacotan iqbalnya emang belum bisa hidup /karena jauh dari ekspektasi cara dia ngomong/ meskipun bacotannya emang kadang bikin gua melting atau senyum-senyum sendiri. Buttt… yang bikin gua kesengsem adalah the way he stares at Vanesha yang bikin gua pengen nampar Iqbal. Okey Iqbal emang gak bisa ngehidupin kalimat-kalimat yang ada di buku, tapi cara dia menatap orang itu udah tells everything dan menurut gua itu adalah nilai plus buat Iqbal yang meranin Dilan.

Dan Vaneshanya emang sukses meranin Milea, karena yang dipikiran gua emang Milea itu kayak gitu. Manja-manjanya, cara dia ngejawabin Dilan, cara dia senyum, and the way she laugh emang bener-bener Milea yang udah gua ekspektasiin. Udahlah Vanesha emang paket lengkap buat meranin Milea. Tapi menurut gua emang Iqbal sama Vanesha itu kebanting, soalnya apa Iqbal disini bener-bener krempeng menurut gua. Dan Vaneshanya emang semok, I mean dia gede gitu badannya. Jadi pas Iqbal sama Vanesha scene berduaan kadang ngerasa janggal but I love their chemistry. Terus yang ngeliatin lagi mereka kebanting adalan scene naik motor berdua, dan itu pas shoot full face keliatan banget muka Vanesha yang lebar ngalahin muka Iqbal yang kecil dan kerempeng. But that’s okay tho. Dan sampe temen-temen gua bilang ‘gua ga focus sama ceritanya njir gua focus ke iqbalnya’
Dan.. emang bener sih kesan retronya dapet menurut gua meskipun ada beberapa property yang bocor menurut gua such as banner salah satu provider di Indonesia. Dan gua gatau ya tapi emang menurut gua film ini based on novel banget jadi apa yang emang ada di novel emang ada di filmnya, gua gatau porsinya emang seharusnya gitu atau enggak soalnya gua bukan pengamat film banget. But kata Bung dia bilang ada beberapa yang emang gak seharusnya masuk, tapi Bung sendiri juga bukan seorang pengamat film. Sepertinya gua harus re-watch kalau-kalau ada di situs web gitu, soalnya gua kemaren juga ngerasa terlalu focus sama si Iqbalnya juga dank arena gua ga nyaman nonton.
But most of all bagus menurut gua jadi… emang this movie is worth to watch ya sampe gua nonton sampe baris terdepan kek maniak but that was great, jadi menurut gua nonton atau pun ga nonton ya terserah but I recommend you to watch this movie.